Breaking News:

Arti dan Manfaat Vaksin Booster Sebagai Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 ketiga atau vaksin booster bagi tenaga kesehatan untuk melindungi mereka saat bertugas.

Editor: Mega Nugraha
clinical trial arena
Ilustrasi vaksin covid-19 Pfizer, Sinovac, Moderna dan AstraZeneca 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 ketiga atau vaksin booster bagi tenaga kesehatan untuk melindungi mereka saat bertugas.

"Rencananya mulai minggu ini kita akan memberikan suntikan ketiga booster. Tapi ini hanya untuk para nakes, supaya mereka bisa kita proteksi agar mereka bisa lebih tahan menghadapi gelombang orang yang masuk ke Rumah sakit," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikini dalam rapat di Komisi IX DPR, Selasa (13/7/2021).

Menurut Budi, vaksinasi dosis ketiga hanya diberikan kepada nakes juga dilandasi ketersediaan vaksin Covid-19 yang terbatas.

Sehingga untuk masyarakat pemerintah belum dapat memutuskan untuk pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga. Adapun tenaga kesehatan yang akan mendapat vaksin booster sebanyak 1,47 juta. Vaksin booster ini akan menggunakan vaksin merek Moderna dari Amerika Serikat.

Baca juga: 3.000.060 Dosis Vaksin Moderna Dari Amerika Serikat Tiba di Indonesia, Diprioritaskan untuk Ini

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Slamet Budiarto menyatakan pemerintah perlu mempertimbangkan adanya pemberian dosis tambahan vaksin Covid-19 ketiga bagi dokter dan tenaga kesehatan.

"Ini untuk nakes ya. Karena kalau melihat fenomena yang sudah vaksin itu mereka terkena sakit dengan gejala sedang, berat, bahkan meninggal dunia. Mungkin karena jumlah virus Covid-19 di rumah sakit jauh lebih tinggi daripada yang di luaran sana," kata dia saat.

Lantas, apa itu vaksin booster, dikutip dari Halodoc, vaksin booster Covid-19 bertujuan untuk memperpanjang perlindungan pascavaksin sebagai langkah penguat dan mencegah penularan dari varian virus corona yang bermutasi.

Contohnya, saat kecil kita diberi vaksin DPT atau difteri dan tetanus. Setelah dewasa, vaksin booster diperlukan untuk memperkuyat sistem imun yang diakibatkan virus yang bermutasi.

Contoh vaksin booster di luar kasus Covid-19 adalah vaksin DPT atau difteri dan tetanus yang diberikan setiap 10 tahun sekali.

Vaksin Booster Tidak Direkomendasikan WHO

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved