Ratusan Pasien Covid-19 di Jabar Meninggal saat Isolasi Mandiri, RS Penuh dan Telat Penanganan Medis

Ratusan pasien Covid-19 di Jabar meninggal dunia saat isolasi mandiri berdasarkan data yang disampaikan tim LaporCovid-19.

Editor: Mega Nugraha
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas sedang memakamkan jenazah Covid di TPU Jombang, Jombang, Tanggerang Selatan, Selasa (19/1/2021). Setiap hari petugas TPU memakamkan 6-7 jenasah Kovid perharinya.Adapun lahan baru yang dikhususkan menjadi lokasi pemakaman jenazah Covid-19 diperkirakan mampu menampung hingga 500 jenazah dengan luas 2.000 meter. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ratusan pasien Covid-19 di Jabar meninggal saat isolasi mandiri berdasarkan data yang disampaikan tim LaporCovid-19.

"Jabar menjadi provinsi paling banyak ditemui pasien Covid-19 isolasi mandiri yang meninggal yakni sebanyak 160 orang," kata Ahmad Arif, Inisiator tim LaporCovid-19 dalam konferensi virtual CISDI tentang kolapsnya rumah sakit dan kematian saat isoman, Senin (12/7/2021).

Ahmad Arif mengatakan, secara nasional, ada 451 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri. Adapun 451 kematian ini berasal dari 12 provinsi dan 62 kota/kabupaten yang terlacak.

Baca juga: Cerita Warga di Bandung Urus Tetangga Kena Covid-19, Tidak Panik Berkat Gotong Royong

”Pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri karena terlambat ditangani bahkan saat membutuhkan fasilitas isolasi mandiri,' kata dia.

Dalam laporannya, tim LaporCovid-19 menyebut sejumlah alasan di balik kematian saat isoman.

”Kami temukan ada pasien yang enggak mau ke rumah sakit karena berbagai alasan. Ada yang takut dicovidkanlah, dan terutama ini di daerah," kata dia. Kasus seperti itu ditemukan di Jawa Timur.

Kata dia, banyak warga menyangkal sudah tertular virus corona sehingga telat mendapat penanganan medis dan akhirnya meninggal di rumah. Kasus terbaru terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta.

"Mereka beranggapan sakit biasa dan cenderung denial dengan Covid-19. Sehingga akhirnya terlambat diperiksa ditangani dan dikonfirmasi positif setelah meninggal," kata Arif.

Adapun kota yang terbanyak mengalami kematian adalah Bekasi sebanyak 81, dan kabupaten yang terbanyak mengalami kematian adalah Sleman yaitu sebanyak 44 orang.

"Jumlah yang terdata ini merupakan fenomena puncak gunung es, karena tidak semuanya terberitakan dan atau terlaporkan," katanya.

Ia menambahkan, pasien Covid-19 kesulitan dirawat di rumah sakit hingga ruang isolasi mandiri sejak pertengahan Juni bulan lalu.

Seringkali pasien isoman anak kos tidak bisa mendapatkan ruang isolasi karena dipingpong dari satu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) ke Puskesmas yang lain.

Tak hanya itu, pihaknya juga pernah dimintai bantuan mencari rumah sakit rujukan Covid-19. Namun, pasien tersebut meninggal karena terlambat ditangani, bahkan sebagian meninggal saat perjalanan.

"Jadi, permasalahan semakin kompleks. Orang yang meninggal saat isoman semakin intens," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved