Breaking News:

Perusuh Demo HRS di Kejari Singaparna; Pengangguran, Anak Punk dan Geng Motor

Massa ngamuk saat unjuk rasa menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab di Kejaksaan Negeri Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/7/2021). 

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Mega Nugraha
dok.Polres Tasikmalaya
Tiga mobil polres Tasikmalaya yang dirusak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Massa ngamuk saat unjuk rasa menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab di Kejaksaan Negeri Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/7/2021). 

Massa ngamuk dan perusuh minta pembebasan HRS itu merusak tiga mobil polisi dan melempari kantor Kejaksaan Negeri Singaparna.

Baca juga: Buntut Aksi Meminta Habib Rizieq Bebas di Tasik Rusuh, 3 Mobil Polisi Rusak, Puluhan Orang Diamankan

"Sebanyak 31 orang kami amankan. 13  orang di bawah umur dan selebihnya dewasa 18 orang," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono.

Saat ini pihaknya masih memeriksa 31 warga tersebut dan mengorek keterangan dari kelompok mana mereka.

"Sejumlah rekaman video sudah kami kumpulkan untuk bahan penyelidikan," kata Kapolres.

Mereka menuntut HRS yang sudah divonis 4 tahun dan saat ini sedang mengajukan banding dibebaskan. Massa mengamuk itu diawal diawali dengan aksi mendorong-dorong pintu gerbang kemudian disertai pelemparan ke arah kantor Kejari Singaparna.

Tiga mobil dinas polisi yang parkir di tepi jalan tak pelak jadi sasaran massa. Mobil doubel kabin dua unit serta satu minibus elf itu rata-rata rusak di bagian kacanya. Diduga dipukul benda keras serta dilempari.

Polisi menyebut, dari 31 orang yang diamankan, meski di dalam video massa memakai sarung, namun dari penyelidikan, perusuh itu adalah pengangguran.

"Dari 31 pengunjuk rasa yang diamankan, sebagian adalah pengangguran, anak punk serta geng motor," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno, dalam keterangannya, Senin malam.

"Kami masih terus mendalami, dari kelompok mana para pengunjuk rasa ini. Termasuk siapa dalang ricuhnya, karena awalnya aksi berlangsung damai," ujar Hario.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved