Breaking News:

Heboh Guru SD di Kecamatan Mande Cianjur Ditolak Saat Berobat, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya

Ada Kabar seorang guru SD yang merupakan warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ditolak pihak puskesmas dan bidan saat berobat.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Puskesmas Mande, Kabupaten Cianjur. Ada Kabar seorang guru SD yang merupakan warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ditolak pihak puskesmas dan bidan saat berobat. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ada Kabar seorang guru SD yang merupakan warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ditolak pihak puskesmas dan bidan saat berobat.

Kabar tersebut beredar di grup WhatsApp.

Hasil penelusuran TribunJabar.id ke rumah pasien, Selasa (13/7/2021), sang suami, Dadan (61), mengatakan bahwa istrinya yang bernama Nina Herlina (57) menderita sakit lambung dan sulit makan karena terus muntah.

Nina merupakan guru SD di Mande.

"Saya ingin istri diinfus agar ada cairan masuk, bukannya ditolak. Kami telah berobat ke Puskesmas Mande dan diberi obat. Mungkin karena tak bisa diinfus itu, jadi kabarnya merebak," ujar warga Kampung Karanganyar, Desa Jamali RT 01/01, Kecamatan Mande, ini.

Dadan khawatir kondisi istrinya karena belum masuk makanan dan minuman, makanya ia berujar agar istrinya tersebut diinfus.

"Tapi medis menyarankan untuk minum obat dulu, jadi diberi obat saja," kata Dadan.

Ia mengatakan pada petang hari kemarin, asisten bidan desa juga datang ke rumah untuk memeriksa kondisi istrinya.

"Kabar ditolak bidan desa juga saya enggak tahu karena petang kemarin dari bidan desa datang ke rumah memeriksa kondisi istri saya," kata Dadan.

Kepala Puskesmas Mande, Euis Ratna Juwita, menjelaskan, kabar adanya pasien yang ditolak tidak benar.

"Setiap pasien yang datang ke puskesmas itu masuk datanya melalui sistem Simpus, ada pasien datang atas nama Nina dan sudah diberikan pelayanan oleh medis kami," ujar Euis melalui sambungan telepon.

Belakangan diketahui bahwa pasien Nina masih menggunakan alamat Tajurhalang Hilir saat berobat ke Puskesmas Mande.

Sementara dari kabar yang beredar di grup WhatsApp, guru SD bernama Nina ini ditulis beralamat di Jamali.

"Jadi pasien Nina itu tercatat di KTP warga Tajurhalang Hilir, bukan Jamali," kata Euis. (fam)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved