Breaking News:

PPKM Darurat di Tasikmalaya

Daripada Bayar Denda Rp 5 Juta, Pemilik Kafe di Tasik Pilih Penjara,''Dari Mana Saya Dapat 5 Juta?''

Acep terpaksa memilih dipenjara daripada membayar denda Rp 5 juta karena melanggar PPKM Darurat.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Capture tayangan persidangan
Sidang PPKM Darurat di Tasikmalaya. Seorang pemilik kafe di Tasikmalaya memilih dikurung tiga hari ketimbang membayar denda Rp 5 juta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA – Pengadilan Negeri Tasikmalaya kembali menggelar sidang kasus tipiring pelanggar aturan PPKM Darurat di tenda samping Taman Kota, Selasa (13/7/2021).

Ada sembilan sidang yang digelar dipimpin Hakim Ridwan yang hadir secara virtual.

Besaran vonis berupa denda berkisar Rp 5-7,5 juta terhadap para pelanggar.

Seorang pemilik kafe, Acep Lutvi Suparman (23), nekat dan bersikukuh memilih kurungan penjara daripada harus membayar denda Rp 5 juta.

Acep mengambil pilihan pahit itu setelah divonis denda Rp 5 juta subsider kurungan tiga hari.

"Saya mau memilih dikurung aja, Pak. Dari mana saya dapat uang lima juta. Pemasukan sehari-hari aja repot," kata Acep.

Acep yang memiliki kafe di Kecamatan Cihideung terjaring razia PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya karena buka melebihi batas maksimal pukul 20.00.

"Saya memang mengakui salah, malam kemarin itu buka lebih dari pukul 20.00. Tapi tidak menyangka bakal kena razia," ujar Acep, kepada wartawan seusai sidang.

Acep berpendapat memilih kurungan karena kasusnya bukan pidana biasa melainkam karena tipiring.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved