Wisata

VIDEO-Wisata Majalengka, Menelusuri Mata Air Pantan Peninggalan Belanda, Airnya Tak Pernah Surut

Meski bangunannya tua dan belum pernah dilakukan perbaikan, tetapi sumber mata air tersebut berfungsi dengan baik hingga sekarang.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

Tidak ada akses menggunakan roda dua apalagi roda empat.

Jarak pengunjung dari memarkirkan kendaraannya ke titik mata air juga berjarak kurang lebih 500 meter.

Dengan akses jalan setapak menyusuri saluran irigasi.

Di lokasi mata air, pengunjung dimanjakan dengan nuansa asri khas pedesaan.

Banyak pohon dan suara gemericik air menambah suasana sejuk makin terasa.

Ada bangunan menyerupai kolam di mata air tersebut.

Dari kolam itulah mata air keluar.

Air mata air peninggalan Belanda ini sangat jernih,

Bahkan saking jernihnya dari kejauhan warna air tampak kehitam-hitaman.

Kedalaman genangan air diperkirakan hanya sekitar satu meter dengan luas kolam hanya sekitar 3×4 meter.

Tapi sensasi kesejukannya sudah dapat dirasakan.

Namun, karena memang belum pernah ada perbaikan, kesan angker pun kerap dirasakan oleh pengunjung ketika berada di mata air tersebut.

Menurut Kepala Blok Legasari Kulon, Bambang Sugiyono Sutejo bahwa sumber mata air Pantan itu dulunya sebuah sungai.

Kemudian, pada era penjajahan Belanda dibuat sebuah kolam dan bangunan peristirahatan yang kini telah jebol dialiri air.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved