Breaking News:

Wisata

VIDEO-Wisata Majalengka, Menelusuri Mata Air Pantan Peninggalan Belanda, Airnya Tak Pernah Surut

Meski bangunannya tua dan belum pernah dilakukan perbaikan, tetapi sumber mata air tersebut berfungsi dengan baik hingga sekarang.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Nama Majalengka makin ramai diperbincangkan saat Bandara Internasional Jawa Barat resmi beroperasi.

Perbincangan itu makin hangat setelah daerah dengan sebutan kota angin ini memiliki 'sejuta' destinasi wisata di dalamnya.

Nyatanya, jika dulu Majalengka hanya dikenal sebagai salah satu lumbung padi Jawa Barat, tapi kini mulai dikenal sebagai tujuan berwisata alam yang keindahannya tiada habisnya.

Majalengka juga dikenal ramah untuk semua traveler.

Untuk yang senang bertualang, ada beragam curug yang siap memukau pandangan.

Untuk yang senang treking atau bersepeda, ada banyak jalur perbukitan yang siap ditaklukkan.

Lalu untuk yang hanya ingin bersantai, bisa jalan-jalan menggunakan campervan keliling Majalengka.

Nah, baru-baru ini Majalengka sedang diperbincangkan akibat adanya mata air peninggalan zaman Belanda yang kini masih berfungsi dengan baik.

Sumber air alam tersebut dikenal dengan nama mata air Cipantan yang berada di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved