Breaking News:

PPKM Darurat di Jabar

Pengurangan Karyawan Secara Besar-besaran Ancam Jawa Barat, Ketua Apindo: Dampak PPKM Darurat

Pengusaha bisa saja mengambil langkah mengurangi karyawan karena beban yang harus dihadapi saat PPKM Darurat.

Istimewa/Dokumentasi Apindo Jabar
Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa titik ruas jalan di Bandung ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Penutupan jalan ini ternyata merugikan para pengusaha dalam mendapatkan material bahan baku karena banyaknya jalan yang disekat. 

Keluhan ini pun diungkapkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat yang menilai aturan PPKM Darurat ini begitu menyulitkan. 

"Jalan banyak yang disekat sehingga material bahan baku susah sampai tepat waktu. Mereka harus memutar jalan sehingga membuat bahan baku menjadi naik," ujar Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik, Jumat (9/7/2021). 

Ning mengatakan dengan segala kesulitan yang dialami pengusaha saat ini, semestinya para pengusaha bisa mendapatkan keringanan supaya kondisinya tidak semakin terpuruk. 

"Misalnya keringanan biaya listrik untuk sif malam dengan harga normal sebagai konsekuensi dari aturan PPKM Darurat ini, " ujarnya. 

Ia mengatakan dengan adanya aturan hanya memperbolehkan kapasitas karyawan bekerja 50 persen pun sudah memberikan dampak yang cukup besar. 

Belum lagi, beberapa industri dikejar target ekspor, maka akan berdampak pengurangan ekspor sementara pekerja harus overtime dan biayanya menjadi dua kali lipat. 

Ning khawatir jika dalam kebijakan 50 persen pekerja di dunia industri tidak boleh melakukan kerja sore, maka pengusaha akan berpikir mengurangi karyawan. 

"Hal ini tentu akan berdampak pada pengurangan karyawan besar-besaran. Apalagi situasi PPKM ini belum diketahui akan berakhir sampai kapan," ucapnya. 

Baca juga: Empat Perusahaan di Kota Cirebon Langgar PPKM Darurat, Didenda Rp 6 Juta, Ini Kesalahan Mereka

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved