Breaking News:

Gubernur Jawa Barat Klaim BOR Rumah Sakit di Jabar Menurun Berkat PPKM Darurat, Beberkan Fakta Ini

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Jabar menurun dihari ke tujuh penerapan PPKM Darurat

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi Unit Gawat Darurat (UGD) RSHS Bandung- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Jabar menurun dihari ke tujuh penerapan PPKM Darurat.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Jabar menurun dihari ke tujuh penerapan PPKM Darurat. 

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan, dari data terakhir terjadi penurunan BOR Rumah Sakit tiga sampai empat persen. 

Berdasarkan laman Pikobar, data BOR pada Jumat 9 Juli 2021 mengalami penurunan. BOR di Jabar kini ada di angka 87,87 persen. 

Baca juga: Ridwan Kamil Ungkap Jurus Agar Bisa Lewati Penyekatan PPKM Darurat Saat Antar Orang Sakit

Tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Jabar pun masih tersedia.

Untuk kategori hijau atau tanpa gejala masih tersedia 10.836 tempat tidur. 

Sedangkan kategori kuning atau gejala ringan ada 6.185 tempat tidur dan gejala berat atau kategori merah tersedia 556 tempat tidur. 

Sementara untuk perawatan intensif atau kategori ungu ada 920 tempat tidur yang masih tersedia. 

"Mudah-mudahan ini atas ikhtiar semua pihak, karena tujuan PPKM Darurat itu menurunkan BOR supaya Rumah Sakit tidak kolaps, sekarang sudah tiga hari konsisten turun, mudah-mudahan turun terus," ujar Emil saat ditemui di Pasteur, Bandung, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Sepekan Penerapan PPKM Darurat, Satpol PP Jabar Tindak Ribuan Pelanggar Perorangan dan Usaha 

Selain itu, kata dia, dihari ke tujuh PPKM Darurat ini mobilitas masyarakat sudah mulai menurun.

Hal ini, sambung Emil, menjadi bukti bahwa masyarakat sudah disiplin menjalankan PPKM Darurat.

"Ini dampak dari ketaatan warga mengurangi mobilitas, mobilitas kita juga sudah mendekati 30 persen, masih naik turun, mudah-mudahan dengan turunya mobilitas itu menurunkan juga potensi penularan virus delta," katanya. 

Salah satu bukti masyarakat sudah taat dan mengurangi mobilitas, kata dia, terlihat di gerbang tol Paster yang mulai sepi kendaraan dibanding hari biasa. 

"Apa bukti penurunan, visual saja sudah kelihatan yang tol Pasteur biasanya Sabtu-Minggu macet banget, hari ini seperti jalan biasa, artinya kesadaran sudah jauh lebih baik di hari ke lima sampai ke tujuh ini," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved