Breaking News:

Tim Gakum PPKM Darurat Kota Sukabumi Akan Tindak Tegas Pedagang yang Bandel, Bila Perlu Cabut Izin

Satpol PP Kota Sukabumi akan terus memonitor lokasi-lokasi kawasan perdagangan di Kota Sukabumi saat PPKM Darurat, jika bandel akan ditindak tegas

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
Tim Gabungan PPKM Darurat Kota Sukabumi di antaranya dari Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607, Dishub, dan Satpol PP melalukan pengetatan di sejumlah titik, Kamis (8/7/2021) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kota Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tim penindakan PPKM Darurat Kota Sukabumi pada Jumat (9/7/2021) menindak belasan pelanggar protokol kesehatan dan aturan PPKM Darurat.

Penyidik PPNS Satpol PP Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, ada 15 orang yang melanggar dan ditindak sesuai aturan Perda yang telah ditetapkan.

"Ada 15 orang yang hari ini di denda, terdiri 12 orang pelanggar prokes dan 3 orang melanggar PPKM Darurat, karena bukan masuk bahan pokok penting" ujar Ajat saat ditemui di lokasi di Jalan A. Yani, Kota Sukabumi, Jumat (9/7/2021).

Dalam menegakkan aturan, pihaknya memberikan sanksi denda yang berbeda untuk pelanggar prokes Perwal No.36 Tahun 2020. Sedangkan pelanggar PPKM Darurat Perda Provinsi Jawa Barat No.5 tahun 2021.

"Sebanyak 12 pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi denda Rp 50.000, sedangkan 3 pelanggar Rp. 200.000," ujarnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Agus Wawan Gunawan, mengatakan, dalam penegakan Perda sidang di tempat, pihaknya merujuk pada Perda Provinsi Jawa Barat No.5 tahun 2021 dan Peraturan Wali Kota No. 36 tahun 2020.

"Dua hari kemarin ada 30 orang melanggar. Dendanya Rp 200 Ribu untuk saat ini tertinggi bagi pelanggar yang dobel, misalnya ada toko yang pelayannya tidak  pake masker dan buka di kawasan perdagangan," ucap akrab disapa Gultom.

Pihaknya akan terus memonitor lokasi-lokasi kawasan perdagangan di Kota Sukabumi dalam menerapkan protokol kesehatan dan PPKM Darurat ini secara tegas.

"Kami terus akan memonitor. Apabila membandel maka sanksi lebih tegas akan kami lakukan, bila perlu pencabutan izin" katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved