Pemulasara Jenazah Mogok Kerja, Dinkes Subang: Saya Memohon Dengan Sangat, Kembalilah Melayani

Pemkab Subang memohon agar para tim pemulasara jenazah RSUD Ciereng menghentikan mogok kerja dan kembali bekerja melakukan pelayanan di ruang jenazah

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Irvan Maulana

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pemkab Subang memohon agar para tim pemulasara jenazah RSUD Ciereng menghentikan mogok kerja dan kembali bekerja melakukan pelayanan di ruang jenazah RSUD Ciereng Kabupaten Subang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Jalan Letjen Soeprapto Kabupaten Subang, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Tim Pemulasara Jenazah di Subang Mogok Kerja, Urus Ratusan Jenazah Covid, Insentif Tak Kunjung Cair

"Saya atas nama Dinas Kesehatan dan selaku tenaga medis mengimbau kepada teman-teman tenaga relawan yang memulasara jenazah, saya memohon dengan sangat agar kembali melayani masyarakat di kamar jenazah," ujar Maxi.

Ia menyebut pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan mulia, pihaknya akan segera mencari solusi yang terbaik.

"Memang ada kesejahteraan dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, tapi kita akan mencari solusi yang terbaik untuk masalah honor dan insentif," kata dia.

dr Maxi menjelaskan saat ini pihaknya tengah berupaya untuk membayarkan insentif dan honor tersebut,

"Bahkan sebagian anggaran yang ada di kami dialihkan untuk pemulasara jenazah, tinggal sebentar lagi bisa diakses. Hanya saya mohon layani dulu masyarakat, kasihan orang yang meninggal kan gak mungkin menunggu lama seperti kita yang hidup," imbuhnya.

Masih dikatakan Maxi, jika ada hal-hal lain yang perlu dibicarakan, agar segera dibicarakan secara internal. Menurut keterangan Maxi jumlah tenaga pemulasara yang mogon kerja kurang lebih sebanyak 10 hingga 12 orang.

"Ceritanya begini kalau ada yang meninggal jenazah Covid-19 itu biayanya disatukan dengan biaya perawatan, kalau RSUD Ciereng klaim mungkin belum turun karena masih ada sekitar Rp 17 miliar yang belum turun dari pusat," ucapnya.

Mogok Kerja

Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Ciereng, Kabupaten Subang, mogok kerja menyusul tak kunjung cairnya insentif yang menjadi hak mereka.

Kepala pemulasara jenazah, Heri Hartono, mengatakan aksi mogok ini akan mereka lakukan hingga 14 hari ke depan.

"Selama pandemi ini kami tak pernah mendapatkan insentif. Jika dihitung total hampir 16 bulan," kata Heri ketika ditemui Tribun di RSUD Ciereng, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Uang Hasil Denda Sidang Pelanggaran PPKM Darurat di Subang Akan Disetorkan ke Kas Negara Bukan Pajak

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved