Breaking News:

Koruptor SOR Ciateul Garut yang Gasak Uang Negara Rp 1 Miliar Divonis Penjara 3 Tahun, JPU Banding

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi mengatakan, sudah melakukan banding atas putusan tersebut karena putusan majelis hakim setengah dari

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi dan bawahannya Yana Kuswandi divonis bersalah dalam sidang dugaan korupsi pembangunan Sarana Olahraga  atau SOR Ciateul.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun dengan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi menjelaskan pihaknya sudah melakukan banding atas putusan tersebut karena putusan majelis hakim setengah dari tuntutan penuntut umum karena tidak menggunakan pasal primer.

"Kami sudah melakukan banding atas putusan tersebut karena putusan Majelis Hakim menggunakan pasal 3, sedangkan pasal primer kami adalah pasal 2 ayat," ungkap Sugeng, Jumat (9/7/2021).

Sugeng menjelaskan dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 serta Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Kuswendi bisa dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta.

"Atas pertimbangan tersebut, kami melakukan banding, memori banding sudah kita sampaikan," katanya.

Kuswendi adalah mantan Kadispora Garut dan Yana Kuswandi sebagai Kabid Kemitraan Sarana dan Prasana Dispora Garut.

Keduanya melakukan menggasak uang negara sebesar Rp 1 miliar dengan total anggaran pembangunan SOR Ciateul sebesar Rp 6,7 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved