Breaking News:

Kasus Kematian Pasien Covid-19 Saat Isoman Naik, Waspadai, Ini Penyebab Saturasi Tiba-tiba Drop

Ada yang melaporkan pasien isoman mengalami sesak dan gagal napas diduga karena saturasi yang tiba-tiba menurun atau drop

Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi pasien sedang dirawat- Ada yang melaporkan pasien isoman mengalami sesak dan gagal napas diduga karena saturasi yang tiba-tiba menurun atau drop. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus Covid-19 yang terjadi tidak saja menambah daftar jumlah pasien yang terpapar tapi juga kasus kematian. Tidak hanya di rumah sakit, kasus kematian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri atau isoman juga bertambah.

Dikutip dari pemberitaan Kompas, Senin (5/7) tercatat dari data LaporCovid-19, sejak Juni terdapat 311 pasien COVID-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri. .

Bertambahnya kasus kematian orang yang terpapar Covid-19 saat tengah menjalani isolasi mandiri diduga karena  saturasi yang tiba-tiba menurun atau drop.

Baca juga: Apa Arti Proning? Pasien Covid-19 Tak Punya Tabung Oksigen Lakukan Proning Tambah Saturasi Oksigen

Untuk itu, bila Anda memantau atau mengawasi keluarga atau kerabat yang sedang menjalani isolasi mandiri, perhatikan hal-hal terkait saturasi berikut ini.

 "Secara total sejak Juni, menurut catatan kami, sudah ada 311 pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri, tetapi trennya tiap hari meningkat,” kata Ketua Tim Data LaporCovid-19 Said Fariz Hibban. 

Ada yang melaporkan, pasien mengalami sesak dan gagal napas, diduga karena saturasi yang tiba-tiba menurun atau drop. 

Dokter spesialis paru Konsultan Onkologi di RSUD dr. Pirngadi Medan Dr. Moh Ramadhani Soeroso, M.Ked(Paru), Sp.P-K.Onk, mengungkapkan, kondisi pasien yang memburuk secara tiba-tiba bisa karena mengalami happy hipoxia. 

"Kalau pasien drop, tiba-tiba sesak napas saat isoman dan meninggal, karena pasien alami hipoksia atau gagal napas akibat parunya terinfeksi luas, yaitu bronkopneumonia bilateral atau GGO (ground glass opacity) mengenai kedua paru," kata Ramadhani kepada Kompas.com, Kamis (8/7). 

Baca juga: INI 7 Langkah Proning, Teknik Tingkatkan Saturasi Oksigen bagi Penderita Covid-19

Selain itu, bisa karena saluran napas kecil atau alveoli mengalami kolaps akibat penumpukan dahak yang berlebihan. 

Peristiwa tersebut tidak hanya terjadi pada orang dengan komorbid atau penyakit bawaan. Ramadhani mengatakan, hal itu bisa terjadi pada siapa saja.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved