Breaking News:

Ibas Khawatir Indonesia jadi Failed Nation, Politisi Gerindra: Lebih Baik Mas Ibas Ikut Rapat

Anggota DPR RI Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang gagal atasi pandemi.

Editor: Mega Nugraha
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ibas mengantar Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Anggota Komisi VI DPR RI Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas jadi sorotan setelah mengkritik pemerintahan Presiden RI Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang gagal menanggulangi pandemi Covid-19.

Edhi Baskoro Yudhoyono, Wakil  Ketua Umum Partai Demokrat itu, menyebut Indonesia sebagai failed nation atau bangsa yang gagal berkenaan dengan cara penanggulangan pandemi Covid-19.

Baca juga: RS Penuh Jalan Ditutup, Kokom di Bandung Meninggal di Taksi Online saat mau ke Rumah Sakit

"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?," kata Ibas, sapaan akrabnya, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (9/7/2021).

Ibas, anak kedua Soesilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) itu mengingatkan agar kondisi ini tidak membawa hal buruk bagi bangsa dan negara.

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," ujar Ibas.

Selain soal pandemi Covid-19, Ibas juga menyoroti soal dampak turunan dari lonjakan kasus Covid-19. Seperti kelangkaan oksigen.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” katanya.

Dia juga menyoroti cara pemerintah menanggulangi penularan Covid-19 varian baru.

"Kan ada varian baru di negara lain. Kita tahu, itu bukan tak mungkin masuk ke negara kita. Lalu muncul kasus-kasus baru, kemudian angka yang kita khawatirkan juga terjadi, dan lain sebagainya," katanya.

Menurutnya, seharusnya kondisi terburuk itu bisa ditanggulangi atau paling tidak bisa diminalisir resikonya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved