Breaking News:

Dua Peralatan Penting Ini Perlu Disiapkan Ketika Melakukan Isolasi Mandiri, Ini Kata Epidemiolog

Termometer dan oxymeter menyajikan petunjuk kesehatan yang penting ketika melakukan isolasi mandiri.

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar
ilustrasi tempat isolasi mandiri- Epidemiolog: Oxymeter dan termometer perlu disiapkan saat isolasi mandiri 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini membuat rumah sakit kewalahan karena tidak dapat menampung pasien bergejala, termasuk bergejala berat.

Selain keterbatasan ruang ICU, rumah sakit juga kekurangan tempat tidur bahkan sempat lambatnyan pasokan oksigen.

Karena itu, mereka yang tidak bisa mendapat perawatan di rumah sakit meski mengalami sejumlah gejala diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Foto-foto Tempat Isolasi Mandiri Unik di Garut, Pasien Tinggal di Tenda, Disuguhi Pemandangan Indah

Terlebih pasien yang tak bergejala, juiga diharapkan bisa melakukan isolasi mandiri.

Untuk melakukan isoman, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan, salah satunya memiliki dua alat.

Dikutip dari Kontan.Id, isolasi mandiri menjadi opsi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala maupun dengan gejala ringan di tengah terbatasnya daya tampung rumah sakit dalam menangani kasus Covid-19.

Dalam hal ini, termometer  untuk mengukur suhu tubuh dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah dinilai menjadi 2 peralatan penting yang perlu disiapkan ketika melakukan isolasi mandiri.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai, termometer dan oxymeter menyajikan petunjuk kesehatan yang penting ketika melakukan isolasi mandiri. Keduanya dapat diperoleh di toko alat kesehatan atau apotek.

Baca juga: Unik, Tempat Isolasi Mandiri di Garut Ini Berupa Tenda dan Ada di Tempat Wisata Alam, Bikin Betah

“Terutama saturasi ya, level kadar oksigen dalam darah, yang di bawah 92% dan menurun dengan cepat dan disertai dengan kesulitan bernafas akan sangat berhubungan, berkaitan erat, signifikan meningkatkan risiko kematian, ini studi di Amerika, University of Washington. Itulah sebabnya  kenapa pasien-pasien baik yang di rumah maupun yang di rumah sakit (penting) untuk diperhatikan saturasi oksigennya,” ujar Dicky Budiman kepada Kontan.co.id, Senin (28/6).

Lebih lanjut, Dicky menuturkan bahwa orang dengan saturasi oksigen berkurang dengan cepat dan berada di bawah 92% selanjutnya perlu segera dibawa ke rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved