Breaking News:

DMI Pangandaran Imbau Salat Idul Adha di Zona Ini Digelar di Rumah, Kurban Disarankan di RPH

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pangandaran mengimbau pelaksanaan salat Idul Adha di Zona Merah dan Oranye dilaksanakan di rumah masing-masing

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
firman wijaksana/tribunjabar
ILUSTRASI Salat Ied tahun 2020 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pangandaran mengimbau pelaksanaan salat Idul Adha di zona merah dan oranye dilaksanakan di rumah masing-masing.

Ketua DMI Kabupaten Pangandaran, Dasep S Ubaidillah menyatakan, hal itu sesuai surat edaran Menteri Agama nomor 15 Tahun 2021. 

Surat edaran tersebut mengatur penerapan prokes dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan kurban di masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, keluarlah surat imbauan bersama antara Kantor Kementerian Agama Pangandaran dengan Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran.

Pada surat imbauan bersama itu, disepakati beberapa persoalan terkait pelaksanaan ibadah di masa PPKM Darurat. 

"Di antaranya pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid dan mushala pada zona merah dan oranye dapat mengambil rukhsah dengan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing," ujar Dasep kepada beberapa wartawan melalui rilisnya, Jum'at (9/7/2021).

"Tapi masjid dan musala tetap dapat mengumandangkan adzan serta pengumuman lainnya yang dilakukan oleh takmir masjid."

Sedangkan, pelaksanaan ibadah di tempat ibadah yang statusnya di luar zona merah dan oranye hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat.

Warga yang homogen, tentu dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Namun pelaksanaan kegiatan ibadah di tempat ibadah (masjid) dan tempat publik yang bersifat kerumunan seperti pengajian majelis taklim, tahlilan, istighasah dan atau sejenisnya untuk sementara ditunda," ucap Dasep.

Kemudian, tambah Ia, pada pelaksanaan kurban diimbau untuk bekerja sama dengan Rumah Potong Hewan (RPH).

"Tapi, jika tidak bisa dilakukan bisa dilaksanakan di area khusus dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat," ujarnya.

Dasep menegaskan, imbauan tersebut dikeluarkan demi menekan angka penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Pangandaran yang semakin melonjak. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved