Breaking News:

Dampak Indonesia Turun Kelas, Milenial dan Z Jadi Generasi Sandwich hingga Tua Sebelum Kaya

Bhima Yudhistira menjelaskan sejumlah terkait dampak Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah ke bawah berdasarkan laporan Bank Dunia.

Editor: Mega Nugraha
freepik
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF ) Bhima Yudhistira menjelaskan sejumlah terkait dampak Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah ke bawah berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank).

Dalam laporannya pada 1 Juli, World Bank melaporkan bahwa Indonesia yang sedang diguncang lonjakan kasus Covid-19, turun kelas jadi negara berpendapatan menengah ke bawah atau lower middle income country.

Pada 2019, Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah ke atas atau upper middle income country.

"Seharusnya setelah upper middle income country kita menjadi high income country. Berarti untuk menjadi negara maju makin terlambat," kata Bhima Yudhistira dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Soal PPKM Mikro Darurat, Pengamat Ekonomi Berharap Pemerintah Punya Terobosan Kebijakan Ekonomi

Konsekuensi lainnya, kata dia, Indonesia bisa terjebak dalam jebakan kelas menengah atau middle income trap.

Akhirnya, dia memprediksi, dalam 25 tahun ke depan, Indonesia tetap menjadi negara berpendapatan menengah.

Itu karena serapan tenaga kerja baru di Indonesia jadi kurang sehingga tingkat pengangguran usia muda jadi tinggi.

"Ini konsekuensinya mulai dari sulitnya mencari lapangan pekerjaan, karena kita juga sedang ada bonus demografi yang puncaknya 2030. Sementara anak mudanya banyak lulus dari perguruan tinggi, tetapi karena ekonominya tidak mengalami pertumbuhan siginifikan maka lapangan kerjanya menjadi sangat terbatas," ujar Bhima.

Hal yang tak kalah berdampak negatif yakni banyak orang Indonesia akan tua sebelum kaya. Belum lagi, jaminan sosial dari pemerintah terbatas.

"Sementara perlindungan sosial kecil, pendapatan secara rata-rata tidak mengalami kenaikan yang tinggi. Alhasil kehidupan akan begini-begini saja, tidak ada peningkatan kualitas hidup warga Indonesia secara umum baik dalam hal kesehatan maupun dalam hal pendidikan," kata Bhima Yudhistira.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved