Pakai Masker di Dagu, Sopir Truk Didenda: Maaf Pak Hakim, Saya Sedang Merokok

opir truk bernama Wahyu, sedang merokok. Masker dia pakai, tapi hanya di dagu. Dia pun harus menjalani sidang tindak pidana ringan dengan hakim.

Editor: Mega Nugraha
KOMPAS.COM/ASIP HASANI
Seorang sopir truk dan keneknya menghadapi sidang yang digelar di lokasi operasi yustisi protokol kesehatan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar di Jalan Raya Kanigoro-Blitar, Rabu (7/7/2021) 

TRIBUNJABAR.ID,BLITAR- Seorang sopir truk yang sedang mengangkut tebu di depan kantor Pemkab Blitar tiba-tiba diberhentikan Satgas Covid-19 Blitar pada Rabu (7/7/2021).

Saat itu, sopir truk bernama Wahyu, sedang merokok. Masker dia pakai, tapi hanya di dagu. Dia pun harus menjalani sidang tindak pidana ringan dengan diadili oleh hakim Satdiadi dari Pengadilan Negeri Blitar.

"Maaf Pak Hakim, saya sedang merokok tadi. Jadi masker saya turunkan sampai dagu," ujar Wahyu, dalam sidang tipiring di Jalan Kanigoro.

Baca juga: Mendi Pilih 4 Hari Penjara daripada Bayar Rp 5 Juta, Cafenya di Tasikmalaya Buka saat PPKM Darurat

Musim giling tebu memang sedang terjadi di Blitar. Aktifitas mengangkut tebu jadi tinggi. Wahyu mengatakan bahwa sebelum merokok dia pakai masker.

"Kalau tidak merokok ngantuk Pak Hakim. Muatan tebu sedang banyak karena ini musim giling," ujar Wahyu saat Satriadi bertanya kenapa harus merokok.

Akhirnya vonispun dijatuhkan. Wahyu divonis bersalah melanggar protokol kesehatan. Dia dijatuhi hukuman denda RP 25 ribu.

"Tadi sudah deg-degan takutnya denda sampai Rp 100.000 lebih. Kalau sampai segitu, melayang lah jerih payah hari ini," ujarnya.

Hakim Satriadi mengaku tidak kaku dalam menterjemahkan aturan. Pertimbangan status sosial juga harus diperhatikan saat memvonis orang.

"Tujuan dari operasi yustisi dan sidang ditempat ini untuk memberikan efek jera, mengingatkan lagi kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan," kata dia.

Menurut Satriadi, dirinya menjatuhkan besaran denda kepada 10 pelanggar selama dua jam operasi yustisi tersebut berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 35.000 kepada setiap orangnya.

"Jangan sampai di situasi ekonomi yang sulit karena pandemi ini kita menambah beban kepada masyarakat," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Sopir Truk Harus Bayar Denda karena Pakai Masker di Dagu, Alasannya Sedang Merokok",

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved