Breaking News:

Dampak PPKM Sejumlah Sopir di Sukabumi Tak Beroperasi, Pilih Cari Kerjaan Lain Daripada Jadi Beban

Sejumlah sopir angkutan dalam kota di Sukabumi memilih mogok jalan akibat diterapkannya PPKM Darurat di Kota Sukabumi lantaran sepi penunpang

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
Angkutan dalam kota atau Angkot di Kota Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kota Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejumlah sopir angkutan dalam kota atau angkot di Sukabumi memilih mogok jalan akibat diterapkannya PPKM Darurat di Kota Sukabumi

Pasalnya dalam penerapan PPKM Darurat Pemerintah Kota Sukabumi mengatur adanya pembatasan penumpang bagi angkot yang beroperasi sehingga berdampak pada penghasilan sopir. 

Seperti halnya dikatakan sopir Angkot 01 jurusan Sukaraja-Kota Sukabumi, Devi. Ia mengaku sangat terdampak sekali bahkan semenjak diterapkannya PPKM Darurat penumpang sepi.

"Biasanya dalam sehari itu mencapai Rp 120 ribuan, sekarang sepi, malah di hari  ketiga diterapkan dapat Rp 20 ribu, ini kan jauh dari kelipatan sebelumnya," katanya Kepada Tribunjabar.id, Kamis (8/7/2021).

Dengan pendapatan sekarang ia alami, kata Devi, jangankan untuk bekal sehari-hari untuk bensin dan setor saja tidak cukup.

"Dari pada kami jalan nambah beban lain, karena penumpang tak ada. Lebih baik saya gak narik kerja yang lain aja," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan sopir lainnya, jurusan 08 Cisaat - Sukabumi yang merasakan dampak yang sama sehingga memutuskan berhenti narik angkot.

"Asli merasa terdampak, pendapatan jauh berbeda biasanya Rp 100 ribu, kemarin jadi Rp 15 ribu. Jadi lebih baik tidak narik dan memilih yang lain saja," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved