Breaking News:

Anggaran Penanggulangan Covid-19 di Sumedang Capai Rp 67,8 Miliar Tapi Pencairan Dananya Masih Minim

Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengalokasikan belanja tak terduga (BTT) untuk penanggulangan Covid-19 dengan pagu anggaran sebesar Rp 67,8 miliar

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
ILUSTRASI tenaga medis 

Pagu Anggaran Insentif Tenaga Medis di Sumedang yang  Tak Kunjung Cair

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Anggota Komisi III DPRD Sumedang Rahmat Juliadi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengalokasikan belanja tak terduga (BTT) untuk penanggulangan Covid-19 dengan pagu anggaran sebesar Rp 67,8 miliar.

Dari jumlah tersebut, kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, baru sebanyak Rp 7,7 miliar yang teralisasi.

"BTT untuk penanggulangan Covid-19 di Sumedang, pagu anggarannnya sebesar Rp 67.857.431.880, namun
realisasinya baru Rp 7.732.924.532, ditambah ada yang dalam proses untuk  Dinkes sebesar Rp 4,2 miliar," kata Rahmat saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan seluler, Kamis (8/7/2021).

Menurut Rahmat, BTT tersebut termasuk untuk bidang kesehatan dan cadangan insentif tenaga kesehatan di RSUD dan bantuan sosial tunai.

"Untuk insentif tenaga kesehatan dan bantuan sosial belum ada yang terealisasi," ujarnya.

Lebih lanjut Rahmat menyebutkan, anggaran dukungan vaksinasi di Dinkes Kabupaten Sumedang sebesar Rp13,4 miliar. Namun, kata dia, terealisasi baru Rp 40 juta lebih.

Kemudian, tambah Rahmat, anggaran dampak ekonomi dalam bentuk berbagai kegiatan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sumedang sebesar Rp10,2 miliar belum terserap karena proses pelaksanaan pekerjaan masih berjalan.

"Insentif tenaga kesehatan di Dinkes sebesar Rp15 miliar pun belum direalisasi. Bayangkan, nakes sudah pada kewalahan. Segera cairkan BTT," katanya.

Rahmat mengakui bahwa betul insentif pernah turun. Namun, pada saat turun tahun lalu, insentif yang dari APBN dan APBD Sumedang itu nilainya kecil.

"Dari APBN sekali, dari APBD sekali, tapi nominalnya tidak seberapa. Setelah itu, sampai kini, belum ada cair lagi," kata Rahmat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved