Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat di Tengah Angka Positif yang Juga Naik

Tingkat kesembuhan harian terus meningkat, menembus angka tertinggi, sebanyak 15.863 orang sembuh per hari berdasarkan perkembangan penanganan pandemi

BNPB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka kesembuhan harian terus meningkat, menembus angka tertinggi, sebanyak 15.863 orang sembuh per hari, berdasarkan perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 6 Juli 2021 secara nasional. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga 1.958.553 orang atau 83,5%.

Sejalan dengan itu, penerima vaksin terus bertambah pada tanggal yang sama, sebanyak 873.761 orang, sehingga totalnya 33.176.029 orang sudah divaksin. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat menjadi 14.267.980 orang. 

Meski demikian, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 14.598 kasus dan totalnya mencapai 324.597 kasus (13,8%). Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 31.189 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini, mencapai 2.345.018 kasus.

Sementara, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 728 kasus dan kumulatifnya mencapai 61.868 kasus (2,6%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 183.053 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 79.808 kasus.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta tertinggi menambahkan pasien sembuh sebanyak 6.100 orang dan kumulatifnya 497.428 orang, diikuti Jawa Barat menambahkan 3.524 orang dan kumulatifnya sebanyak 336.707 orang, Jawa Tengah menambahkan 1.428 orang dan kumulatifnya 215.622 orang, Jawa Timur menambahkan 1.077 orang dan kumulatifnya 156.444 orang serta DI Yogyakarta menambahkan 779 orang dan kumulatifnya 51.601 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni DKI Jakarta masih tertinggi dengan 9.439 kasus dan kumulatifnya 600.937 kasus, Jawa Barat menambahkan 7.239 kasus dan kumulatifnya 416.615 kasus, Jawa Tengah menambahkan 4.048 kasus dan kumulatifnya 272.775 kasus, Jawa Timur menambahkan 1.808 kasus dan kumulatifnya 182.076 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 1.386 kasus dan kumulatifnya 67.100 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Tengah menambahkan 232 kasus dan kumulatifnya 11.655 orang, DKI Jakarta menambahkan 137 kasus dan kumulatifnya 8.849 kasus, Jawa Timur menambahkan 122 kasus dan kumulatifnya 13.138 kasus, DI Yogyakarta menambahkan 52 kasus dan kumulatifnya 1.778 kasus serta Jawa Barat menambahkan 48 kasus dan kumulatifnya 5.645 kasus.

Berdasarkan hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 20.783.105 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 4.489.029 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 14.617.335 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 41,55% dan positivity rate spesimen mingguan (27 Juni - 03 Juli 2021) di angka 39,25%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 478 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per 6 Juli ada 136.765 orang dan kumulatifnya 13.953.947 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 11.608.929 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 105.576 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 22,80% dan positivity rate orang mingguan (27 Juni - 03 Juli 2021) di angka 24,11%. Secara sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) selama 3-20 Juli 2021 diharapkan dapat menekan laju penularan COVID-19. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan agar kebijakan ini dapat mencapai sasaran, maka seluruh lapisan masyarakat diminta mematuhi peraturan ini agar PPKM Darurat tidak sia-sia.

Terlebih lagi, bagi masyarakat yang masih harus memenuhi tuntutan pekerjaan, diharapkan dapat bekerja dari rumah agar dapat mencegah penularan akibat mobilisasi pegawai kantoran.

"Dimohon juga bagi sektor swasta non-esensial untuk mematuhi peraturan dan tidak memaksakan pegawainya untuk bekerja dari kantor," ucap Wiku Adisasmito dalam keterangan pers harian PPKM Darurat, Selasa (6/7) secara daring yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pelaksanaan PPKM Darurat juga membutuhkan peran aktif Pemerintah Daerah dalam menegakkan peraturan. Sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15  Tahun 2021.

Di sisi lain, Pemerintah terus memastikan kebutuhan pasien COVID-19 tersedia di berbagai daerah, baik untuk pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, maupun yang sedang menjalani isolasi mandiri

"Oleh karena itu, saya meminta masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan obat-obatan ini," ujar Wiku Adisasmito.

Disamping itu, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berupaya memastikan pasien positif COVID-19 dapat mudah mengakses layanan kesehatan, seperti melakukan kerjasama dengan 11 platform telemedicine untuk menyediakan layanan konsultasi dan obat gratis bagi pasien positif COVID-19 yang isolasi mandiri.

Dan lagi, pada 11 platform telemedicine ini sudah terintegrasi dengan laboratorium tes PCR sehingga pasien bisa melakukan tes PCR melalui 11 platform telemedicine tersebut.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved