Breaking News:

PPKM Darurat

Pemilik Warung dan Penjaga Toko Emas Didenda Rp 200 Ribu Mengaku Tak Tahu Ada Aturan Harus Tutup

Penjaga toko emas di KBB mengaku tak tahu ada aturan harus tutup saat masa PPKM Darurat, didatangi petugas dan harus mengikuti sidang tipiring

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Sidang tindak pidana ringan karena mereka melanggar Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Padalarang, Rabu (7/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi harus menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) karena mereka melanggar Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Mereka menjalani sidang Tipiring dan harus membayar denda Rp 100 ribu hingga Rp 700 ribu di Pos Penyekatan PPKM Darurat, Padalarang, KBB karena melanggar Perda Provinsi Jabar Nomor 5 Tahun 2021.

Pemilik warung makan di Citatah, KBB, Enok Karyati (47) mengatakan, menerima surat undangan untuk mengikuti sidang Tipiring pada hari ini karena saat itu ada yang sedang makan di tempatnya.

"Saya harus membayar denda Rp 200 ribu saat menjalani sidang. Saya gak tau kalau gak boleh makan di lokasi warung, jadi saya dapat surat sidang karena dianggap melanggar PPKM Darurat," ujarnya saat ditemui di Pos Penyekatan Padalarang, Rabu (7/7/2021).

Ia mengatakan, andaikan saja ada informasi secara resmi yang diterimanya, dia mengaku bakal patuh terhadap aturan yang dibuat pemerintah tersebut.

"Ini pengalaman pertama ikut sidang seperti ini, karena kalau tahu aturan saya pasti akan nurut," kata Enok.

Nasib apes lainnya juga harus dialami Jihan Hasna (22). Gadis cantik penjaga toko perhiasan di Padalarang itu tiba-tiba didatangi petugas dan diberitahu petugas bahwa tempat non esensial seperti toko yang dijaganya seharusnya ditutup.

"Iya pertama ikut sidang, padahal saya cuma karyawan doang. Gak tau harus tutup. Tadi kena denda Rp 200 ribu," ucapnya.

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, mereka yang melanggar PPKM Darurat ini terjaring dari hasil operasi di lapangan sejak hari pertama diterapkan PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021) lalu.

"Totalnya ada 37 pelanggar, dengan vonis sanksi denda dari Rp 100 Ribu hingga Rp 700 ribu," kata Yohannes. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved