KPPU Denda 50 Persen dari Keuntungan Bagi Pegusaha yang Manipulasi Harga Oksigen

Komisioner KPPU, Guntur Saragih, menyebut peringatan itu terutama ditujukan kepada produsen dan distributor tabung oksigen.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Ilustrasi tabung oksigen. 

TRIBUNJABA.ID, JAKARTA- Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) mengancam akan memberikan denda 50 persen dari keuntungan bagi pengusaha jika memanipulasi harga jual tabung oksigen di atas harga eceran tertinggi (HET).

Komisioner KPPU, Guntur Saragih, menyebut peringatan itu terutama ditujukan kepada produsen dan distributor tabung oksigen.

Hal itu untuk mengantisipasi agar pengusaha tidak menaikkan harga oksigen saat kondisi darurat atau kritis akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, KPPU memakai menggunakan Peraturan Pemerintah ( PP ) yang baru di 2021, Undang-undang Cipta Kerja.

"Denda maksimum yang dapat diberikan KPPU maksimum 10 persen dari penjualan pasar yang bersangkutan atau 50 persen dari keuntungan pasar yang bersangkutan," ujarnya melalui konfrensi pers virtual, Rabu (7/7/2021).

"JadiUndang-undang Cipta Kerja denda yang akan diberikan potensi pelanggaran itu besar, apalagi dengan pertimbangan kondisi sekarang ini," ujarnya.

Baca juga: Krisis Oksigen, 7 Pasien Covid-19 Disertai Penyakit Bawaan di Bandung Barat Meninggal Dunia

Pengenaan denda tersebut, KPPU masih menunggu proses dari pihak investigator. 

Denda ini tidak akan pandang bulu terhadap para pengusaha yang sengaja menaikkan harga dengan tidak wajar saat kondisi krisis akibat pandemi Covid-19 disertai tingginya permintaan masyarakat akan tabung oksigen.

"Yang akan dipanggil tiap pihak, bisa jadi produsen sampai kepada calon distribusinya. Terkait kapan (pemanggilannya), segera setelah diputuskan kami melakukan proses itu. Tata cara tuntutan itu nanti investigator kami yang melakukan prosesnya untuk mendapatkan bukti untuk masuk ke penegakan hukum," katanya.

Dari hasil surveinya, KPPU menemukan harga penjualan tabung oksigen baru-baru ini mengalami lonjakan begitu tinggi lantaran ketersediaan oksigen mulai menipis bahkan kosong.

Hal ini terjadi akibat dari tingginya angka kasus Covid-19 yang mencapai hingga 30.000 orang. Mahalnya harga tabung oksigen paling tinggi terjadi di DKI Jakarta yang peningkatannya mencapai 16 persen hingga 900 persen.

Penulis : Ade Miranti Karunia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Tabung Oksigen Mahal, KPPU Ancam Penjual Denda 50 Persen dari Keuntungan"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved