Direktorat Reserse Narkoba Polda Jeber Gerebek Gudang Obat di Bandung Barat, Ini Yang Disita

Sebuah gudang produksi obat milik pria berinisial Ss di Kampung Barunagri Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung barat (KBB) digerebek.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Hilman Kamaludin
Sebuah gudang produksi obat milik tersangka SS di Kampung Barunagri, RT 3/4, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung barat (KBB) digerebek anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebuah gudang produksi obat milik pria berinisial Ss di Kampung Barunagri Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung barat (KBB) digerebek anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, Rabu (7/7/2021).

Gudang tersebut digerebek polisi karena pemiliknya memproduksi obat berupa pil putih bertuliskan hurup LL yang diduga tanpa ijin edar.

Baca juga: Panti Pijat Digerebek Resmob Polrestabes Bandung, Terapis Wanita Layani Pria saat PPKM Darurat

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Rudy Ahmad Sudrajat, mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus yang sama di daerah Kota Tasikmalaya.

"Jadi TKP disana itu ditemukan mesin pencetak obat G, dimana ada beberapa tersangka dan lima yang kami amankan. Dari keterangan para tersangka itu mengembang kepada informasi pemasok bahannya," ujar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat saat ditemui di TKP, Rabu (7/7/2021).

Pemasok bahan ini, kata Rudy, merupakan seorang perempuan berinisial L dan suaminya berinisial C. Kemudian, pihaknya melakukan interogasi kepada pasangan suami istri tersebut dan langsung dilakukan pengembangan.

"Dari interogasi yang kami lakukan termasuk pengembangan dan beberapa percakapan yang kami rekam, ditemukan bahwa tersangka berinisial L ini bekerjasama dalam jual beli bahan tersebut dengan saudara yang berinisial SS ini," katanya.

Baca juga: Polisi Tangkap Penjual Ivermectin Harga Rp 475 Ribu, Biasanya Rp 74 Ribu, Diyakini Obat Covid-19

Dari informasi tersebut, pihaknya langsung mendatangi gudang milik Ss. Benar saja, ditemukan bahan obat LL ini termasuk alat cetak untuk memproduksi obat tersebut.

"Jadi, ini pengembangan yang ketiga sebetulnya. Pertama yang di Tasik Kota, kemudian yang memasok bahan, dan kami kembangkan lagi, hingga akhirnya sampai disini," ucap Rudy.

Dalam pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan alat-alat produksi. Di antaranya dua mesin cetak tablet, oven merk Suni, Mixer, tabung gas LPG 12 kilogram, mesin ayak, rak almunium, tiga ayakan, tiga drum warna biru, dua buah jolang, timbangan duduk digital, alat pres plastik, genset merk honda, timbangan digital kecil, dan dua buah fakum cleaner.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti, 15 dus besar berisi obat sudah jadi 100 paket, dan 1/2 ember obat bertuliskan LL siap kemas.

Sedangkan untuk bahan baku yang diamankan yakni, enam sak tepung Magnesium Streate, empat sak tepung Sodium Strach Glycolate, 2 seperempat sak tepung tapioka, dua sak tepung Talc Powder Haichen, 11 sak tepung Microcrlystalline cellulose, satu drum berisikan alkohol, dan 11 sak Laktolse.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved