Bupati Karawang Dibikin Jengkel, Video Call Bos Pabrik Ngeyel Tak Lapor Karyawan Positif Covid-19

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dibuat jengkel oleh salah satu pabrik tekstil di Kabupaten Karawang, tak laporkan puluhan karyawannya positif

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
Instagram Cellica Nurrachadiana
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat hubungi bos pabrik tekstil yang tak laporkan puluhan karyawannya positif Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dibuat jengkel oleh salah satu pabrik tekstil di Kabupaten Karawang yang tak melaporkan puluhan karyawannya tertular virus corona.

Selain itu, pabrik teksil itu juga ngeyel karena tidak membentuk Satgas Covid-19 di internal perusahaan. Hal itu diketahui Cellica Nurrachadiana saat meninjau sejumlah pabrik pada Selasa (6/7/2021) kemudian mendapati salah satu pabrik teksil tidak punya satgas.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat meninjau pabrik di Karawang, Selasa (6/7/2021)
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat meninjau pabrik di Karawang, Selasa (6/7/2021) (Instagram Cellica Nurrachadiana)

Baca juga: Inilah Aturan yang Bikin Tukang Bubur Didenda Rp 5 Juta, Diteken Gubernur Jabar Maret 2021

Cellica Nurrachadiana turut membagikan temuannya itu di akun Instagramnya, @cellicanurrachadiana yang sudah centang biru pada Selasa (6/7/2021).

"Kami jajaran Muspida meninjau beberapa perusahaan berdasarkan laporan masyarakat, dimana perusahan tsb menjadi kluster yang cukup besar (50 orang lebih)," kata Cellica.

Ironisnya, perusahaan tersebut tidak melaporkan puluhan karyawannya positif itu ke pemerintah. 

"Perusahaan tersebut tidak melapor ke satgas kecamatan atau minimal puskesmas. Kurangnya rasa empati dan tanggungjawab terhadap karyawan tentunya akan berdampak pada 3 T yang akan dilakukan oleh puskesmas setempat dan pastinya ini akan menjadi parameter ledakan kasus Covid di tempat tinggal para karyawan yang positif," kata dia.

Dan kejengkelannya bertambah saat tahu bahwa perusahaan tersebut tidak punya Satgas Covid-19.

"Hal yang membuat saya kaget ternyata masih ada perusahaan yang sampai saat ini tidak memiliki satgas Covid (padahal yang lain sudah memilikinya sejak 1,5 thn yang lalu)," kata dia.

Atas temuannya itu, Cellica kemudian langsung menghubungi bos pabrik tersebut lewat video call untuk menanyakan langsung apa yang terjadi.

"Adapun bagi perusahaan yang terindikasi lalai, sore tadi sy langsung menghubunginya via Vcall langsung kepada pemilik perusahaan untuk menunjukan niat baiknya bertanggungjawab dan memperbaiki perusahaannya agar memiliki empati terhadap karyawan2nya yang selama ini tidak mereka lakukan serta memperbaiki prokes di perusahaannya," kata dia.

Bos Pabrik Tekstil Dipanggil

Ketua Satgas Covid-19 Karawang yang juga Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya memanggil perwakilan pabrik tekstil A untuk diberikan surat peringatan pertama.

"Kita berikan peringatan pertama, nanti kalau sampai tiga kali. Kita serahkan kepada Polres Karawang," kata Cellica di Makodim 0604 Karawang, Selasa (6/7/2021).

Disebutkan Cellica, pemanggilan terhadap pengelola pabrik A, merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Satgas pada Senin malam (5/7/2021). Saat itu, Satgas menemukan pelanggaran di mana pihak pabrik tidak membentuk tim Satgas di perusahaannya.

Baca juga: Cerita Pembelaan Tukang Cukur di Garut saat Sidang Pelanggaran PPKM Darurat, Didenda Rp 400 Ribu

"Dari hasil penelusuran kami ditemukan 53 karyawan pabrik A, yang positif Covid-19. Namun mereka tidak melapor sehingga kami kesulitan melakukan tracing," katanya.

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra menegaskan, bukan tidak mungkin setiap pelanggar prokes individu, kelompok maupun perusahaan bisa dikenakan pidana dengan Undang-undang Wabah dan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan. 

"Kalau peringatan tidak didengar, maka bisa dikenakan pidana," ujarnya. (Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved