Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Alasan Pria Subang Pilih Mati Tak Wajar Setelah Positif Covid-19, Paginya sempat Keluyuran

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Subang dr Maxi menyebut sempat ada ada warga Kabupaten Subang bunuh diri setelah dinyatakan positif Covid-19.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi, ketika diwawancara di Kantor Bupati Subang, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Subang dr Maxi menyebut sempat ada warga Kabupaten Subang bunuh diri setelah dinyatakan positif Covid-19.

Hanya saja, dr Maxi tidak menyebut di daerah mana warga bunuh diri diduga stres positif Covid-19 itu.

Saat ada temuan kasus itu, dia langsung memeriksa ke lokasi tempat tinggal warga bunuh diri diduga stres positif Covid-19 itu.

Baca juga: Dua Kisah Percobaan Bunuh Diri Karena Stres Positif Covid-19 Menimpa Lansia dan Anak Muda

"Waktu ditanya (keluarganya) kenapa dia sampai meninggal, katanya daripada nanti kelurganya terkena semua mending saya aja yang mati," ujar dr Maxi saat ditemui di Komplek Pemkab Subang, Rabu (7/7/2021).

Dari pemeriksaan dirinya ke keluarga, dia menerangkan, korban bunuh diri itu pada pagi harinya masih fit bahkan bisa bepergian.

"Pagi-pagi dia biasa aja, masih keluyuran naik motor, kemudian dia tes swab di puskesmas ternyata hasilnya positif. Kemudian malamnya ada berita kalau dia meninggal," ujar dr Maxi.

Maxi mengatakan meninggalnya warga tersebut karena bunuh diri.

"Ternyata dia meninggal bukan karena sesak nafas, tapi meninggal minum racun, minum obat padi itu. Dia beralasan karena tak ingin menularkan kepada anggota keluarga lain," kata dia.

dr Maxi menilai kasus Covid-19 ini bukan saja masalah penyakit menular.

Baca juga: Pemkab Subang Berencana Membangun Mesin Produksi Oksigen untuk Rumah Sakit

"Ini bukan lagi menjadi masalah teknis medis, tapi juga sudah menjadi masalah psikologis orang sudah takut sekarang. Ia juga meminta pihak lain untuk membantu pemulihan psikologis masyarakat, sedangkan tenaga medis sendiri fokus terhadap penanganan kesehatan fisiknya.

Ia berharap tokoh agama di Subang bisa memberikan penyuluhan terkait pandemi Covid-19 agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. 

"Teman-teman penyuluh agama Islam di tiap Kecamatan maupun psikolog tolong edukasi masyarakat, sebenarnya Covid-19 ini biasa saja asal kita maksimalkan pencegahannya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved