Breaking News:

Gubenur Bakal Rekrut Nakes dari Sekolah Kesehatan, Minta RS Tambah Kapasitas untuk Pasien Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewajibkan semua rumah sakit di Jawa Barat untuk menaikkan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19

Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan pers via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (30/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewajibkan semua rumah sakit di Jawa Barat untuk menaikkan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 sampai 60 persen kapasitas keseluruhan rumah sakit masing-masing.

"Minggu ini Jawa Barat mewajibkan seluruh rumah sakitnya menaikkan kapasitas tempat tidur untuk Covid-19 yang tadinya sudah di 40 persen, sekarang kita minta naikkan ke 60 persen maksimal," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Bandung, Selasa (6/7).

Ridwan Kamil mengatakan jika kapasitas rumah sakit sudah 60 persennya untuk pasien Covid-19, dan masih saja penuh, maka akan dibuka rumah sakit darurat.

"Kalau sudah penuh, kita instruksikan agar gedung-gedung negara, hotel, apartemen, bisa disewa sebagai pusat pemulihan, seperti di Hotel Asrilia di Kota Bandung dan Grand Pangestu di Karawang, dan juga pusat-pusat pendidikan kementerian dan lembaga yang banyak bertebaran di seluruh Jawa Barat, itu kita mintakan untuk dimanfaatkan," ujar Ridwan Kamil.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut PPKM Darurat di Jabar Belum Maksimal, Penyekatan dan Tipiring Bakal Diperbanyak

Walikota dan Bupati di sejumlah daerah, katanya, sempat mebgeluhkan saat ruangan tersedia, namun masih kekurangan tenaga kesehatannya. Karenanya, Pemprov Jabar pun menambah jumlah tenaga kesehatan dari sekolah kesehatan dan relawan kesehatan.

Jadi tenaga kesehatan yang sumbernya dari sekolah-sekolah kesehatan, tapi juga terbatas, dan relawan tenaga kesehatan yang dilatih walaupun, background-nya bukan kesehatan, karena kedaruratan. Itu kita putuskan, kita menerima juga relawan-relawan dari pendidikan nonkesehatan," katanya.

Mengenai kelangkaan obat juga sudah diantisipasi karena sudah menganggarkan anggaran atau biaya tak terduga (BTT) untuk pembelian obat. Juga penganggarannya dari refocusing pemberhentian proyek infrastruktur senilai Rp 140 miliar.

"Posisi kas BTT itu ada Rp 200 miliar ya. Jadi sambil menunggu Rp 140 miliar itu masuk, sebagai tabungan untuk BTT yang tentunya kita membelanjakan si angka Rp 200 miliar itu untuk keperluan apapun itu," katanya.

Mengenai ketersediaan obat pun, Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah menggelar rapat dengan 10 perusahaan farmasi untuk menjamin ketersediaan obat di Jabar, utamanya untuk Covid-19.

Baca juga: Gerindra DPRD Jabar Apresiasi Ridwan Kamil Batalkan 11 Proyek Insfrastruktur demi Penanganan Korona

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved