Minggu, 24 Mei 2026

Urutan Doa Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah SAW, Dibaca agar Terhindar dari Mimpi Buruk

Berdoa dilakukan agar kegiatan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mimpi buruk dan mendapat gangguan.

Tayang:
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Tribunjabar.id/Kisdiantoro
ILUSTRASI - Berdoa kepada Allah SWT adalah wajib bagi Muslim yang berharap pertolongan dari Allah SWT. 

TRIBUNJABAR.ID - Umat Islam diajarkan membaca doa sebelum dan sesudah berkegiatan termasuk sebelum tidur.

Berdoa dilakukan agar kegiatan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mimpi buruk dan mendapat gangguan.

Amalam ini merupakan teladan bagi umat manusia, sebagaimana adab yang diajarkan Rasulullah SAW.

Adab membaca doa sebelum tidur ini bermaksud memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai gangguan.

Mulai dari gangguan makhluk hidup atau orang-orang jahat hingga gangguan jin dan setan.

Tentunya, sahabat muslim telah mengetahu, Islam telah mengajarkan banyak hal.

Bukan saja tentang aturan atau hukum tetapi juga tentang berbagai hal yang dikerjakan hamba-Nya.

Termasuk hal-hal kecil, seperti membaca doa sebelum dan setelah mengerjakan sesuatu.

Salah satu hal kecil yang diajarkan yaitu juga membaca doa sebelum tidur sebagai doa harian.

Hal ini sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW bagian dari adab ketika hendak tidur.

Membaca doa sebelum tidur agar terhindar dari gangguan makhluk hidup berbahaya dan gangguan jin dan gangguan setan lewat mimpi buruk.

Berikut ini runutan bacaan doa sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah SAW, dikutip dari rumaysho.com.

1. Membaca Surat Al Fatihah

Kandungan Al Fatihah memiliki arti dan makna luas.

Al Fatihah merupakan Ummul Quran selalu menjadi pembuka dalam setiap doa.

Al Fatihah merupakan surat As Safiyah yang berarti penyembuhan dan keselamatan.

Termasuk di dalamnya memohon pertolongan dan memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.

2. Muawwidzataini

Setelah membaca al fatihah, berikutnya adalah membaca surat Muawwidzataini.

Surat-surat Muawwidzataini yaitu surat Al Ikhlas, An Nas dan Al Falaq.

Ketiga surat tersebut juga memiliki makna memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Surat Al Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)

Surat Al Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)

Surat An Nas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)

3. Membaca Ayat Kursi

Ayat kursi mengandung arti dan makna memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang menyebutkan:

Apabila engkau akan tidur bacalah membaca ayat kursi niscaya akan mendapaykan seorang penjaga (Malaikat) dari Allah SWT.

Selain itu ia yang membaca ayat kursi pun tidak akan didekati oleh syaitan hingga pagi. (HR. Bukhari no. 3275)

4. Bacaan doa sebelum tidur

باسمِكَ اللَّهُمَ أَحْيا وأمُوتُ

Bismika allahumma ahyaa wa amuut(u)

"Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati." (HR.Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist riwayat Baihaqi, Thabrani dan Bazzar, Rasulullah SAW bersabda, bahwa tidur itu temannya mati.

Sebagaimana hal itu juga diterangkan dalam Al Quran surat Az Zumar ayat 42.

اَللّٰہُ یَتَوَفَّی الۡاَنۡفُسَ حِیۡنَ مَوۡتِہَا وَ الَّتِیۡ لَمۡ تَمُتۡ فِیۡ مَنَامِہَا ۚ فَیُمۡسِکُ الَّتِیۡ قَضٰی عَلَیۡہَا الۡمَوۡتَ وَ یُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰۤی اِلٰۤی اَجَلٍ
مُّسَمًّی

"“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan…”

5. Bacaan doa sebelum tidur lainnya

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

Allahumma innaka kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mahyaahaa, in ahyaytahaa fahfazh-haa, wa in ammatahaa faghfir lahaa. Allahumma innii as-alukal ‘aafiyah.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.”

Baca juga: Bacaan Doa Agar Rezeki Lancar dan Berkah serta Amalan Diterima

Demikian itulah beberapa doa sebelum tidur yang dapat dipanjatkan.

Rasulullah SAW memanjatkan doa sebelum tidur sebagai bagian dari adab sebelum tidur.

Rasulullah SAW tidur dengan memiringkan tubuhnya ke kanan.

Sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim.

Selain itu Rasulullah pun hendak menganjurkan untuk berwudhu sebelum tidur.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist Ibnu Hibban.

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’”

(Tribun Jabar/Hilda Rubiah)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved