Breaking News:

Profil Pemain Persib Bandung

Profil Pemain Persib Bandung Abdul Aziz, Dididik Sejak Dini, Lalui Jalan Panjang Menuju Pulang

Bergabungnya Abdul Aziz, sosok pemain muda Persib Bandung, membuat  bobotoh senang. Pasalnya, dia dididik di lingkungan Persib Bandung.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Pemain Semen Padang Dedi Hartono mencoba merebut bola dari kaki Abdul Aziz. 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Bergabungnya Abdul Aziz, sosok pemain muda Persib Bandung, membuat  bobotoh senang. Pasalnya, Abdul Azis merupakan pemain muda yang dibesarkan di lingungan Persib Bandung meski sebelumnya harus ke Persiba Balikpapan lebih dulu.
Dia lahir di Bandung 14 Februari 1994 dan memulai karir sepak bola di SSB Produta. Kemampuannya selama di SSB membawanya masuk ke Diklat Persib pada 2012. Kala itu, Abdul Aziz merupakan angkatan pertama dari Diklat Persib.
Di Diklat Persib, kemampuannya semakin terasah sehingga mampu menjadi pemain inti. Bahkan, pelatih Diklat Persib kala itu, Jaino Matos mempercayakan kapten tim kepada Aziz pada ISL U-21 2014. 
Hal ini membuat Aziz digadang-gadang akan menjadi pemain yang bakal mengisi satu slot di lini tengah Persib senior. Dengan segala kemampuan dan dedikasinya untuk Persib, Aziz kala itu diharapkan menjadi suksesor Firman Utina yang sudah termakan usia.
Namun jalan untuk menuju Persib senior tidak pernah mudah bagi Aziz. Masalah berat pertama dalam karir sepak bola yang menimpanya adalah saat bersitegang dengan Jaino Matos.
Dia kala itu berselisih paham sehingga sempat tak diajak bicara selama bertahun-tahun oleh pelatih asal Brasil itu. Hal itu dikatakan Aziz sempat membuatnya frustasi karena orang penting dalam karir sepak bolanya sangat marah kepadanya.
Pada  2015, Aziz sempat hengkang ke Semen Padang U-21. Hanya saja kompetisi harus dibatalkan akibat sanksi dari FIFA untuk PSSI.
Aziz yang kala itu tidak memiliki klub memilih menyebrang ke olahraga futsal. Sebenarnya, futsal bagi Aziz bukan sesuatu yang baru. Sebab pada tahun 2012, Aziz bergabung dengan Futsal Kota Bandung (FKB) dan mampu meraih posisi runner-up pada kompetisi futsal nasional musim 2012 dan 2013.
Pada saat kompetisi dihentikan, Aziz sempat bermain di Liga Futsal Indonesia bersama Libido FC. Di sana, Aziz tampil cemerlang sehingga namanya dipanggil oleh Timnas Futsal.
Hanya saja panggilan itu tak diambil oleh Aziz karena disaat yang bersamaan, kesempatan untuk bermain kembali di sepak bola kembali terbuka. Aziz kala itu mendapat telepon dari mantan pelatihnya di Diklat Persib yang sempat bersitegang dengannya, Jaino Matos.
"Saya enggak nyangka juga karena sudah lama juga tidak komunikasi dengan coach Jaino pada saat itu," ujar Aziz.
Pemilik nomor punggung 8 di Persib itu akhirnya kembali ke lapangan hijau dengan memperkuat Persiba Balikpapan pada 2016. Bersama Beruang Madu, Aziz menjadi pemain kunci dengan catatan 31 kali penampilan dari 32 pertandingan yang bisa dijalani.
Masih di tahun yang sama, Aziz terpilih sebagai pemain sepak bola PON Jabar. Bersama tim PON Jabar, Aziz meraih medali emas. Aziz pun kala itu menjadi kapten tim yang diisi oleh para pemain Persib seperti Febri Hariyadi, Henhen Herdiana, hingga Muhammad Natshir.
Penampilan ciamiknya membuat banyak klub mulai tertarik mendatangkan Aziz. Akhirnya pada musim 2017, Aziz mendatatangani kontrak dengan tim kontestan Liga 1, Borneo FC.
Di Borneo FC, Aziz kembali merajut mimpi untuk bisa dipanggil pulang ke Persib. Namun harapan besar itu kembali menemui kendala karena Aziz tak banyak tampil. Aziz hanya merumput 9 kali dan di pertengahan musim dipinjamkan ke klub Liga 2, 757 Kepri Jaya.
Setelah namanya tenggelam, Aziz mendapat tawaran dari PSMS Medan pada musim 2018. Kala itu, mantan pemain dan pelatih Persib, Djajang Nudjaman yang membawanya ke tim berjuluk Ayam Kinantan itu.
Di PSMS, Aziz kembali menemukan performa terbaiknya. Selama berseragam PSMS, Aziz tampil sebanyak 33 kali. Catatan itu membuat bobotoh meminta kepada manajemen Persib untuk membawa pulang Aziz ke Bandung.
Permintaan itu akhirnya dikabulkan dan Aziz mencapai cita-citanya untuk menjadi pemain Persib senior. Kepulangannya ini membuat Aziz sangat bahagia karena perjuangannya selama ini berbuah hasil.
Di musim perdananya, Aziz tercatat tampil sebanyak 25 kali. Pada musim tersebut juga, Aziz menjadi pendatang baru terbaik versi Persib.
Pada musim 2020, Aziz tidak tampil karena Liga 1 terpaksa dihentikan di pekan ketiga lantaran pandemi virus corona. Sehingga pada musim ini, Aziz memiliki ambisi besar untuk bisa lebih berkontribusi lagi untuk Maung Bandung. (*)
 
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved