Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat di Sumedang, Akses Jalan yang Bukan Jalan Provinsi Ditutup Sementara

Kepolisian Resor Sumedang, Jawa Barat, terus memperketat mobilitas masyarakat selama penerapan PPKM darurat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat ditemui TribunJabar.id di Pos Penyekatan Cimanggung, Sumedang, Senin (5/7/201). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Resor Sumedang, Jawa Barat, terus memperketat mobilitas masyarakat selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Kepolisian setempat menutup sementara dan memasang barikade (barrier) di sejumlah titik persimpangan jalan.

Hal ini dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kami sudah perintahkan di level kecamatan untuk dilakukan penutupan jalan-jalan yang bukan jalan provinsi, sehingga mobilitas warga terhambat, dan hingga akhirnya masyarakat enggan keluar rumah dan tinggal di rumah selama dua minggu ini," kata Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat ditemui TribunJabar.id di Pos Penyekatan Cimanggung, Sumedang, Senin (5/7/201).

"Total ada 600 personel Polres Sumedang yanh diterjunkan dalam pelaksanaan PPKM darurat ini," Eko menambahkan.

Selain itu, kata Kapolres, pihaknya berharap dengan dihambatnya mobilitas masyarakat, tingkat kejahatan di Sumedang pun akan menurun.

Sebab, ujar dia, masyarakat dengan sendirinya berada di rumah selama dua minggu ini.

Meski begitu, kata Eko, pihaknya mendengar keluhan dari beberapa pedagang yang pemasukannya menurun.

"Hal itulah yang kami waspadai. Hal tersebut bisa menjadi pemicu naiknya tingkat kejahatan. Namun kami mengantisipasinya dengan menggalakkan kegiatan bakti sosial," ujarnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved