Profil Pemain Persib Bandung

Pemain Persib Bandung Abdul Aziz Sempat Frustasi karena ''Dicuekin'' Pelatih Selama Bertahun-tahun

pemain Persib Bandung Abdul Aziz mengaku sempat membuatnya frustasi karena didiamkan bertahun-tahun oleh pelatih

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Pemain Semen Padang Dedi Hartono mencoba merebut bola dari kaki Abdul Aziz. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Abdul Aziz Lutfi Akbar alias menempuh jalan panjang untuk menjadi pemain profesional dan bergabung dengan Persib Bandung.

Bahkan, Abdul Aziz keluar dari jalur sepak bola setelah sempat bersitegang dengan pelatih.

Ia adalah bagian dari angkata pertama Diklat Persib Bandung yang kala itu dipimpin pelatih asal Brasil, Jaino Matos.

Dalam beberapa tahun pertama di Diklat Persib, hubungan Abdul Aziz dan Jaino Matos begitu dekat. Sang pelatih begitu mempercayai kualiatas olah bola dan kepemimpinan sang gelandang di skuatnya.

Tak heran, Jaino Matos memberikan jabatan kapten tim kepada Abdul Aziz.

Namun, masalah berat pertama dalam karier sepak bola Abdul Aziz justru saat bersitegang dengan Jaino Matos.

Jaino Matos saat masih sebagai pelatih Diklat Persib. (FOTO: TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)
Jaino Matos saat masih sebagai pelatih Diklat Persib. (FOTO: TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA) (DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR)

Ia sempat tak diajak bicara selama bertahun-tahun oleh pelatih berpaspor Brasil itu. Abdul Aziz mengaku hal itu sempat membuatnya frustasi karena orang penting dalam karier sepak bolanya sangat marah kepadanya.

Pada akhirnya, Jaino Matos pula yang menyelamatkan karier sang gelandang tengah hingga kembali ke Persib.

Baca juga: Profil Pemain Persib, Pernah Disebut Sebagai Suksesor Firman Utina, Kini Bakal Bersaing dengan Klok

Kedatangan Abdul Aziz Lutfi Akbar pada musim 2019 ke Persib Bandung membuat bobotoh senang. Ia sudah lama diinginkan bobotoh sejak mencuat bersama Persiba Balikpapan di ISC A 2016.

Aziz merupakan pemain yang besar di lingkungan Persib Bandung. Dia lahir di Bandung 14 Februari 1994 dan memulai karier sepak bola di SSB Produta.

Kemampuannya selama di SSB membawanya masuk ke Diklat Persib pada 2012. Kala itu, Abdul Aziz merupakan angkatan pertama dari Diklat Persib.

Di Diklat Persib, kemampuannya semakin terasah sehingga mampu menjadi pemain inti. Bahkan, pelatih Diklat Persib kala itu, Jaino Matos mempercayakan kapten tim kepada Aziz pada ISL U-21 2014.

Hal ini membuat Abdul Aziz digadang-gadang menjadi pemain yang bakal mengisi satu slot di lini tengah Persib Bandung.

Dengan segala kemampuan dan dedikasinya untuk Persib, Aziz kala itu diharapkan menjadi suksesor Firman Utina yang sudah termakan usia.

Jalan untuk menuju Persib Bandung tidak pernah mudah bagi Abdul Aziz. Setelah bersitegang dengan Jaino Matos, pada 2015, Aziz hengkang ke Semen Padang U-21. Hanya, kompetisi dibatalkan akibat sanksi FIFA untuk PSSI.

Ia yang kala itu tidak memiliki klub memilih menyeberang ke olahraga futsal. Sebenarnya, futsal bagi Abdul Aziz bukan sesuatu yang baru.

Pada 2012, Abduk Aziz bergabung dengan Futsal Kota Bandung (FKB) dan mampu meraih posisi runner-up pada kompetisi futsal nasional musim 2012 dan 2013.

Baca juga: Marc Klok dan Rashid Baru Gabung Latihan dengan Persib, Robert Langsung Beri Pujian, Ini Katanya

Pada saat kompetisi dihentikan, ia sempat bermain di Liga Futsal Indonesia bersama Libido FC. Di sana,Abdul Aziz tampil cemerlang sehingga namanya dipanggil oleh Timnas Futsal.

Hanya, panggilan itu ditolak Abdul Aziz karena disaat yang bersamaan, kesempatan untuk bermain kembali di sepak bola setelah mendapat telepon dari Jaino Matos.

"Saya enggak nyangka juga karena sudah lama juga tidak komunikasi dengan coach Jaino pada saat itu. "Saya bila 'coach saya sudah enggak main bola saya, tapi lagi liga futsal profesional'," katanya saat menerima telepon itu.

Abdul Aziz (tengah) dalam latihan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (10/3/2021).
Abdul Aziz (tengah) dalam latihan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (10/3/2021). (Tribun Jabar)

Jaino yang sudah cukup mengenalkan anak asuhannya itu memberikan respons yang melegakan Abdul Aziz.

"Enggak apa-apa, kamu berangkat saja saya percaya dengan potensi kamu," kata Aziz mengenang jawaban Jaino.

Pemilik nomor punggung 8 di Persib Bandung itu akhirnya kembali ke lapangan hijau dengan memperkuat Persiba Balikpapan pada 2016.

Bersama Beruang Madu, Abdul Aziz menjadi pemain kunci dengan catatan 31 kali penampilan dari 32 pertandingan yang bisa dijalani.

Baca juga: Marc Klok dan Rashid Baru Gabung Latihan dengan Persib, Robert Langsung Beri Pujian, Ini Katanya

Masih di tahun yang sama, Abdul Aziz terpilih sebagai pemain sepak bola PON Jawa Barat. Bersama tim PON Jabar, Aziz meraih medali emas.

Aziz pun kala itu menjadi kapten tim yang diisi oleh para pemain Persib Bandung di antaranya Febri Hariyadi, Henhen Herdiana, hingga Muhammad Natshir.

Penampilan ciamiknya membuat banyak klub mulai tertarik mendatangkan Aziz. Akhirnya pada musim 2017, Aziz mendatatangani kontrak dengan tim kontestan Liga 1, Borneo FC.

Di Borneo FC, Aziz kembali merajut mimpi untuk bisa dipanggil pulang ke Persib. Namun harapan besar itu kembali menemui kendala karena Aziz tak banyak tampil.

Aziz hanya merumput 9 kali dan di pertengahan musim dipinjamkan ke klub Liga 2, 757 Kepri Jaya.

Setelah namanya tenggelam, Aziz mendapat tawaran dari PSMS Medan pada musim 2018. Kala itu, mantan pemain dan pelatih Persib, Djajang Nudjaman yang membawanya ke tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Baca juga: Profil Pemain Persib, Pernah Disebut Sebagai Suksesor Firman Utina, Kini Bakal Bersaing dengan Klok

Di PSMS, Aziz kembali menemukan performa terbaiknya. Selama berseragam PSMS, Aziz tampil sebanyak 33 kali. Catatan itu membuat bobotoh meminta kepada manajemen Persib untuk membawa pulang Aziz ke Bandung.

Permintaan itu akhirnya dikabulkan dan Aziz mencapai cita-citanya untuk menjadi pemain Persib senior. Kepulangannya ini membuat Aziz sangat bahagia karena perjuangannya selama ini berbuah hasil.

Di musim perdananya, Aziz tercatat tampil sebanyak 25 kali. Pada musim tersebut juga, Aziz menjadi pendatang baru terbaik versi Persib.

Pada musim 2020, Aziz tidak tampil karena Liga 1 terpaksa dihentikan di pekan ketiga lantaran pandemi virus corona.

Pada musim ini, Abdul Aziz memiliki ambisi besar untuk bisa lebih berkontribusi lagi untuk Maung Bandung. (ferdyan adhy nugraha)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved