Breaking News:

Ini Cara Pemkot Bandung Awasi dan Pantau Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi Mandiri

Ada petugas yang bertugas memantau kondisi pasien Covid-19 yang jalani isolasi mandiri.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanegara mengatakan, upaya pemantauan pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri dilakukan satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 di setiap wilayah di Kota Bandung.

Saat melakukan pemantauan, petugas bertugas sesuai dengan pedoman aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui buku saku pelacakan kontak kasus Covid-19.

Setiap Satgas penanganan Covid-19 di setiap wilayah memiliki tracer atau petugas khusus yang berasal dari petugas kesehatan maupun masyarakat, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, kader, Karang Taruna, PKK, atau relawan lainnya.

Mereka bertugas selain mencari dan memantau kontak erat dari pasien Covid-19, tetapi juga memantau kondisi kesehatan dari orang atau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 selama masa karantina atau isolasi mandiri

"Upaya pemantauan kesehatan dilakukan setiap hari secara telemedicine oleh masing-masing tim pembina kewilayahan. Terutama bagi pasien-pasien dengan kondisi kritis yang tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bila diperlukan, tracer akan melakukan home visit untuk memeriksa kondisi kesehatan kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (4/7/2021).

Menurutnya, setiap tracer yang melakukan pemantauan dilengkapi dengan formulir pemantauan harian dan alat tulis, untuk digunakan sebagai media pelaporan bagi kondisi pasien kontak erat maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19. 

Selain itu, petugas tracer pun dilengkapi dengan alat skrining kesehatan, APD, seperti masker medis dan hand sanitizer, media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang Covid-19 untuk diedukasi kepada masyarakat, serta tanda identitas pengenal petugas dan surat tugas, dan alat komunikasi masing-masing.

"Para petugas ini (tracer) stand by melalui telemedicine untuk memantau kondisi pasiennya dan melaporkannya kepada petugas puskesmas atau koordinator tracer. Untuk kebutuhan obat-obatan, berkoordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan, untuk membantu mengantarkan kepada pasien supaya pasien dapat tetap melakukan isolasi mandiri dengan tenang," ucapnya.

Ahyani pun memohon maaf kepada masyarakat, bila pelayanan petugas maupun Satgas Covid-19 dinilai kurang memuaskan, selain karena keterbatasan kemampuan petugas di lapangan, tapi juga karena banyaknya petugas, terutama tenaga kesehatan yang juga terpapar.

Meski demikian, kinerja pelayanan akan terus dilakukan, dengan solusi kerja sama dari para petugas Satgas Covid-19 di setiap tingkatan.

"Pola disiplin kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan kebijakan aturan pemerintah dari semua pihak, terutama masyarakat. Serta komunikasi dan koordinasi yang baik dari Satgas Covid-19 di setiap lini wilayah, mulai RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan, hingga ke Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pusat, maka secara bersama-sama pandemi ini akan dapat kita tangani. "

"Mohon doa juga dari seluruh masyarakat, agar seluruh petugas, terutama tenaga kesehatan diberikan kekuatan dan kemampuan, dan kehidupan kembali normal," katanya.

Baca juga: Ada Warganya yang Meninggal saat Isolasi Mandiri, Wagub Jabar Minta Warga Jangan Malu Kalau Positif

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved