Breaking News:

Gempa Bumi

Cerita Iyut Bisa Selamat Saat Tsunami Pangandaran, Cium Bau Busuk & Gulungan Ombak Bak Kobra Raksasa

Ini kisah seorang warga bisa menyelamatkan diri ketika tsunami melanda Pangandaran belasan tahun silam.

Penulis: Padna | Editor: taufik ismail
Istimewa
Plang peta jalur evakuasi gempa bumi dan tsunami di Pangandaran. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Seorang pedagang bakso warga Prapat, Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Iyut Kustiawati (41), bercerita sesaat dan sebelum terjadi bencana tsunami Pangandaran, belasan tahun silam.

"Hari itu (17 Juli 2006) sebelum ada gempa dan terjadi tsunami, perasaan saya gelisah tidak karuan. Pokoknya perasaan tidak enak," ujar Iyut saat ditemui Tribunjabar.id di sela sela membersihkan tempat berdagang bakso miliknya di Pantai Timur Pangandaran, Minggu (4/7/2021).

Padahal, saat itu hasil tangkap ikan orang tuanya yang seorang nelayan dulu sangat banyak.

Ia bingung, ditambah lagi kondisi cuaca saat itu sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

"Saya masih ingat, di hari itu juga pada sore harinya sekitar pukul 15:00 WIB pergi ke lapangan Ketapang Doyong (Pantai Timur Pangandaran)," ucapnya.

Ketika itu anaknya tengah bermain layang-layang.

Iyut Kustiawati (41) warga Pangandaran yang selamat ketika tsunami menerjang tahun 2006.
Iyut Kustiawati (41) warga Pangandaran yang selamat ketika tsunami menerjang tahun 2006. (Tribun Jabar/Padna)

"Kebetulan saat itu, anak saya sedang bermain layangan di lapangan itu (lapangan Ketapang Doyong)," ucapnya. 

Namun tak lama, ada gempa yang getarannya cukup lama dan sangat terasa, tanah seperti bergelombang. 

"Dan tiba-tiba, ada angin cukup kencang yang membawa aroma bau yang tak sedap. Baunya cukup menyengat, kayak bau busuk gitu," tambahnya,

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved