Viral di Media Sosial
Tertera Tanggal Arisan Tumbal Brondong di Chat WA Ramadhini Sari, Disebut Sudah Berjalan 16 Tahun
Pesta tersebut digelar secara tertutup dan khusus wanita saja. Tertera tanggal dalam cuplikan chat WhatsApp yang dibagikan.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Kisah seorang wanita yang mendapat tawaran sebagai master of ceremony (MC) di acara arisan suatu kelompok viral di media sosial.
Sebab wanita itu mengaku menjadi MC untuk arisan tumbal brondong berupa pesugihan dan kecantikan.
Brondong yang dimaksud adalah pria muda yang ditumbalkan sosialita tante-tante elite.
Pengakuan itu dibuat berdasarkan percakapannya dengan seseorang yang disebut pegawai dari para sosialita yang mengadakan arisan.
Wanita yang menjadi MC ini menunjukkan chat WhatsApp-nya dalam konten TikTok @dinskidiary dan YouTube Ramadhini Sari.
Baca juga: Ustaz Ujang Bustomi Ungkap Lokasi Semburan Lumpur di Desa Cipanas Cirebon Jadi Tempat Pesugihan
Baca juga: Ini Latar Belakang Brondong yang Jadi Tumbal di Arisan Tante-tante Tajir, Orang Tua Terlilit Utang
Konten yang menceritakan arisan tumbal brondong itu pertama dibagikan di TikTok pada 28 Juni 2021.
Sedangkan konten di YouTube yang berjudul VIRAL!! DITAWARI MC PESUGIHAN PONDOK INDAH YANG DIKIRA ARISAN BRONDONG YANG DIJADIKAN TUMBAL diunggah pada 30 Juni 2021.
MC tersebut mengatakan pertama kali ditawari memandu pesta ulang tahun. Pesta tersebut digelar secara tertutup dan khusus wanita saja.
Tertera tanggal dalam cuplikan chat WhatsApp yang dibagikan.
Tanggal pesta ulang tahun ke-54 itu bertuliskan 19 Mei 2021.
Tawaran menjadi MC itu diterimanya pada April 2021.
Wanita tersebut mengatakan pesta ulang tahun itu merangkap arisan tumbal brondong.
Ia dijelaskan bahwa brondong yang dihadirkan akan menjadi tumbal secara sukarela.
Setiap tahunnya, kaum sosialita itu mengadakan satu kali arisan.
Brondong yang ditumbalkan itu adalah orang ke-16. Artinya, acara sudah berlangsung selama 16 tahun.
"Pesugihan untuk awet muda, kecantikan, kekayaan, karier dan lain-lain," ujarnya, dikutip TribunJabar.id, Sabtu (3/7/2021).

Ditawari Bayaran Rp 10 Juta
Saat itu, Ramadhini Sari ditawari harga yang mahal untuk menjadi MC di acara tersebut.
Ia mengaku ditawari harga Rp 10 juta per jam.
Namun, syaratnya Ramadhini Sari tak boleh berpartner dengan laki-laki saat menjadi MC.
"Tergiur enggak sih? Ya tergiur lah. Nge-mc cuma satu jam dibayar Rp 10 juta. Siapa enggak mau," ujarnya.
Ramadhini Sari pun mendapatkan banyak pertanyaan dari netizen mengenai brondong tersebut.
Yang paling banyak ditanyakan adalah mengapa brondong itu mau dijadikan tumbal acara pesugihan itu.
Baca juga: Perempuan yang Ditawari Jadi MC Acara Arisan Bertumbal Orang Sudah Diperiksa Polisi
Menurut Ramadhini Sari, brondong itu sebelumnya sudah dijadikan "peliharaan" atau "simpanan" terlebih dahulu dari tante-tante sosialita tersebut.
Brondong dan tante itu sudah menjalani hubungan sekitar 2-3 tahun.
Selain itu, brondong tersebut juga sudah menikmati harta tante sosialita itu, seperti rumah, apartemen, hingga mobil.
Dan saat akan dijadikan tumbal, brondong tersebut akan dibeli.
"Ada salah satu brondong yang sudah dibayar, ratusan juta hingga miliaran. Dibeli untuk jadi tumbal," ujarnya.
Ramadhini Sari juga mengatakan, klien yang menghubunginya bercerita, brondong itu ada juga yang dijebak.

Baca juga: Ini Latar Belakang Brondong yang Jadi Tumbal di Arisan Tante-tante Tajir, Orang Tua Terlilit Utang
Misanya, brondong itu dituduh mencuri barang.
"Bahwa si klien aku ini bilang ada brondong yang dijebak. Jadi mungkin dipacarin sekitar 6 bulan, habis itu dijebak seperti si brondong ini mencuri barang tantenya, dan lain-lain.
"Lalu, dengan cara menebusnya, si brondong harus menebus kesalahannya daripada dilaporin polisi, akhirnya dia bersedia dijadikan tumbal," ujarnya. (TribunJabar.id)
Tonton video pengakuan Ramadhini Sari di YouTube: link.
Polisi Bentuk Tim Khusus
Polisi hingga saat ini masih menyelidiki informasi terkait acara arisan sosialita di Pondok Indah yang diduga menjadikan pria muda atau brondong sebagai tumbal.
Informasi tersebut viral di media sosial setelah seorang perempuan membuat pengakuan lewat sebuah video.
"Belum ada perkembangan, masih penyelidikan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Donni Bagus Wibisono saat dikonfirmasi, Kamis (1/7/2021).
Donni mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menelusuri kebenaran informasi yang viral di media sosial tersebut.
"Kami bentuk tim khusus yang dipimpin oleh Kanit Reskrim," ujar mantan Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan itu.
Sudah Diperiksa
Dilansir dari Tribun Jakarta, wanita yang mengaku ditawari sebagai Master of Ceremony atau MC di arisan sosialita telah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (2/7/2021).
Usai pemeriksaan, Albert Riadi tidak banyak berkomentar saat ditanya hasil pemeriksaan kliennya, SR atau Ramadhini Sari.
"Kita sudah ikuti pemeriksaan. Nanti disampaikan oleh penyidik," tutur Albert.
Bahkan, SR pun irit bicara setelah diperiksa polisi.
"Nanti disampaikan kuasa hukum saya saja," kata SR.
Beberapa hari sebelum menjalani pemeriksaan, Ramadhini Sari mengaku siap membeberkan bukti yang dikantonginya kepada polisi jika dibutuhkan.
Ia bakal bersikap kooperatif jika dalam proses penyelidikan pihak kepolisian membutuhkan keterangannya.
"Kalau bisa jangan sampai ya karena urusannya jadi lumayan ribet kalau sampai ketemu polisi.
Cuma kalau aku tidak memenuhi panggilannya takutnya aku kenanya hoax, jadi mau nggak mau," kata Ramadhini Sari.
"Kalaupun misalkan dari pihak kepolisian minta keterangan atau gimana ya, aku paling menjelaskan dari yang ada aja sih.
Karena maksudnya aku kan ada bukti konkret chating-an aku.
Jadi maksudnya aku pun di media sosial ceritanya tidak melebihkan memang sesuai dengan si orang ini ceritakan gitu," kata Ramadhini Sari lagi.
Menurut Ramadhini Sari, dia tidak pernah punya niat untuk membuat heboh masyarakat saat mengunggah videonya tentang tawaran memandu acara arisan sosialita tersebut.
(Tribunnews.com/TribunJabar.id/TribunJakarta)