Sam Bimbo Dapat Gelar Doktor ITB, Proses Kreatif Kolaborasi Musik dan Lukis Dinilai Unik dan Langka
Karya nyata Sam Bimbo yang mengandung nilai inovatif terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, bagi perkembangan nilai keagamaan, dan sain.
Penulis: Shania Septiana | Editor: Kisdiantoro
Laporan wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada hari Sabtu, tanggal 3 Juli 2021, Institut Teknologi Bandung sebagai Perguruan Tinggi Teknik tertua di Indonesia berusia genap 101 tahun.
Dimulai dari pendirian Technische Hoogeschool te Bandoeng pada 3 Juli 1920 hingga saat ini ITB telah menjadi salah satu pusat ilmu sains,teknologi, dan seni terbaik di Indonesia.
Perayaan puncak PTTI dan peringatan 100 Tahun berdirinya kampus ITB pada tahun 2020 lalu telah dilakukan dengan beberapa perubahan, karena merebaknya pandemi Covid-19.
Sejumlah acara yang telah dijadwalkan pun terpaksa ditunda atau bahkan tidak bisa dilaksanakan atas pertimbangan keamanan dan keselamatan.
Masih dalam semangat 100 Tahun, perayaan 101 Tahun ITB dan PTTI tahun 2021 ini dilaksanakan secara bauran untuk menggenapi, sekaligus mengakhiri rangkaian acara peringatan yang tertunda.
Sebagaimana kita telah alami bersama, pandemi Covid-19 yang telah mendera negeri kita tercinta, memaksa kita untuk berpikir dan bersikap lebih cermat.
Sudah banyak pengorbanan dan kerugian akibat pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun. Kegiatan Tridarma pun dilaksanakan dengan Kenormalan Baru.
Walaupun tantangan semakin besar, kita semua masih harus bersabar dan berupaya keras untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih bijaksana.
Baca juga: ITB Terima 1.581 Mahasiswa Baru Lewat SBMPTN 2021, Selanjutnya Daftar Ulang Lewat Laman Ini
Dinamika perkembangan yang cepat seyogianya menuntut adanya kesadaran dalam berpikir dan bertindak dengan cerdas.
"Dengan adanya pandemi Covid-19, manusia di seluruh dunia dihadapkan pada kondisi yang mendorong untuk bertransformasi menuju peradaban digital, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Kembali, kondisi ini juga menjadi tantangan bagi ITB untuk tetap menghasilkan karya inovasi yang mampu menjadi bagian
dari solusi permasalahan bangsa ini. Untuk itu, rangkaian kegiatan perayaan 101 Tahun ITB dan Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia mengambil tema "ITB untuk Transformasi Digital Indonesia," ucap Sekretaris Institut , Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo secara virtual, Sabtu (3/7/2021).
"ITB sebagai Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia tahun ini telah mencapai usia 101 Tahun.Dimulai dari Technische Hoogeschool te Bandoeng pada 3 Juli 1920 hingga saat ini ITB telah menjadi salah satu pusat ilmu sains, teknologi, dan seni terbaik di Indonesia," tambahnya.
Indonesia kini memiliki rasio entrepreneur tidak lebih dari 3,1% sebagai data di Kementerian Perindustrian. Jumlah yang jauh dari kurang untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pendidikan tinggi di tanah air. Setidaknya kita butuh 4 hingga 5 juta generasi muda berbasis entrepreneurial.
Di sinilah maka peran pendidikan tinggi teknik bisa menjadi tulang punggung dari kemajuan penting bangsa kita menuju 100 tahun Indonesia Merdeka.
"Di depan kita akan lahir potensi besar hingga 2045 berupa ‘bonus demografi’ yang ditandai
dengan bertumbuhnya generasi muda usia produktif di tanah air. Peran ITB, juga kita
sebagai pengampu pendidikan tinggi, mesti menjawab kebutuhan lahirnya generasi muda
di masa datang dari aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi teknik," ucap Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Ir. Yani Panigoro, M.M..
Dalam kurun waktu 2015-2020, ITB juga menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada 3 (tiga) tokoh yang telah dikenal luas atas kontribusi dan jasanya terhadap pembangunan bangsa, yaitu: Prof. Bambang P. S. Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. di bidang Pengembangan Wilayah dan Kota; Nyoman Nuarta di bidang Kesenirupaan; dan Raden Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah di bidang Seni dan Religiusitas.
"Kontribusi para tokoh tersebut di atas bukan hanya bernilai tinggi di masa lalu, melainkan juga relevan dan penting dalam menyongsong masa depan. Sebagaimana nanti akan diuraikan melalui orasi ilmiah oleh masing-masing tokoh tersebut, konektivitas merupakan hal yang makin penting untuk dikembangkan dan diperkuat di masa depan. Seni menyediakan sarana bagi kita untuk mewujudkan cinta keindahan, cinta Tanah-Air, cinta keluarga, cinta kemanusiaan dan cinta ilahi secara saling terhubungkan satu dengan yang lain," ujar Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D.
Konektivitas antara seni, kebudayaan, teknologi, sains, ekologi dan ekonomi merupakan hal yang semakin penting di masa depan. Dan untuk menciptakan kehidupan kota yang lebih liveable, diperlukan pendekatan spasial untuk menjalin konektivitas antara berbagai aspek/sektor kehidupan.
"PTTI mengemban amanah untuk terus-menerus melakukan pengembangan dalam pendidikan,
penelitian, dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi) di bidang-bidang
yang berkaitan dengan agrikultur, industri, informasi, dan digitalisasi," tambahnya.
Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan bidang Seni dan Religiusitas kepada Sam Bimbo
"Refleksi Religiusitas Sam Bimbo dalam Seni Rupa, Musik, dan Kemanusiaan."
Karya nyata Sam Bimbo yang mengandung nilai inovatif terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, bagi perkembangan nilai keagamaan, kebudayaan bangsa dan kemanusiaan; bagi
ilmu pengetahuan (sains), teknologi dan seni.
Kandidat Raden Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah yang lahir di Kuningan, Jawa Barat, 6 Mei 1942.
Merupakan seorang seniman yang langka karena mempunyai kemampuan proses kreatif penciptaan karya seni yang menonjol dalam bidang seni lukis dan seni musik (seni suara).
Yang unik dari temuan karya seni kandidat adalah proses kreatif kolaborasi personal dalam interaksi seni lukis dan musiknya.
Kolaborasi dua bidang keilmuan seni dari seorang seniman lukis dan musik tersebut merupakan proses kreatif yang langka, menarik dan unik.
Salah satu Prestasi dan Prestise dalam Seni Lukis Sam Bimbo pernah mengadakan pameran tunggal di Indonesia pada tahun 1970, 1992, dan 2007, serta di Bangkok pada tahun 1971. Pameran bersama pernah dilakukan di Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta pada tahun 1995-2005.
Berbagai Penghargaan, Konsistensi kandidat bersama dengan grup musik Bimbo yang didirikannya berkarya selama lebih dari 50 tahun telah menghasilkan sekitar 800 lagu dalam lebih dari 200 album.
Kelompok musik yang para personilnya merupakan kakak beradik (Atjil dan Djaka) ini juga berhasil menyabet 12 piringan emas.
Dalam acara penganugerahan gelar tersebut, Sam Bimbo memberikan orasi ilmiah berjudul Cinta Tanah Air 5.0.
"1.0 Cinta keluarga, yang diikat tali persahabatan dengan doa, 2.0 cinta seni lukis, dengan hati kita merasa, dengan telinga kita mendengar, dengan mata kita melihat. Dengan ini pula saya terjun kedalam bidang seni, seni musik dan seni rupa. Berpadu dengan teori dan ilmu yang menjadi bekal, 3.0 cinta seni religius. Ada getaran hari yang kuat ketika saya shalat di masjid Salman, lahirlah lagu bergenre pop religi berjudul Tuhan, 4.0 cinta dalam kemanusiaan. Memahami lingkungan, dan menghimbau untuk tidak terjadinya perang dunia ke 3. Serta perjuangan keadilan untuk para seniman musik, masalah hak cipta dan perekonomian. 5.0 cinta illahi, habluminannas, habluminallah. Diekspresikan Dangan bentuk kaligrafi dan lagu religi," ujarnya.
Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan bidang Kesenirupaan kepada Nyoman Nuarta.
Nyoman Nuarta merupakan tokoh seniman Indonesia paling berpengaruh saat ini. Selain menjadi tokoh Gerakan seni rupa Baru Indonesia dekade 1970-an, karya-karya patungnya sudah menjadi koleksi nasional, bahkan sudah 3 (tiga) karyanya terpasang di luar negeri.
Total sudah 66 karya patung publiknya terpasang di seluruh Indonesia, dan 1 (satu) di kantor pusat OPEC di Manila. Nyoman Nuarta sudah melakukan 20 kali pameran nasional dan 29 kali pameran internasional.
Dia pun sudah pernah masuk ke dalam pameran dengan reputasi tertinggi di dunia, yakni 1 (satu) kali Biennale dan 3 (tiga) kali Triennale.
Dalam acara penganugerahan gelar tersebut, Nyoman Nuarta memberikan orasi ilmiah berjudul "Seni sebagai Jalan Menuju Antusiasme Baru Hidup Manusia."
"Seni yang saya tekuni, yang kalau boleh disebut patung, karena saya tidaklah memahat sebagaimana para pendahulu itu, mungkin berbeda. Seni tidak selalu hadir an sich, berdiri sendiri sebagai karya estetis, tetapi secara bersama-sama hadir di hadapan publik sebagai karya yang memadukan antara unsur-unsur
seni, teknologi, sains, dan berimplikasi kepada kepentingan ekonomi," ujarnya.
Terobosan penting temuan Nyoman Nuarta dalam ’teknik’ berkarya seni adalah:
1. Teknik membentuk patung wire mesh welding forming.
2. “Hak cipta teknik pembuatan patung organis dengan pembesaran skala dan pola segmentasi” untuk pembuatan patung-patung skala besar.
Dalam pengembangan karya patung GWK yang berukuran gigantis, Nyoman Nuarta juga melakukan kajian aspek-aspek engineering yang begitu banyak.
Mulai dari aspek geologis wilayah, perhitungan struktur statik dan dinamik, perhitungan ketahanan material terhadap fatigue, oksidasi, dan pengaruh alam lainnya, hingga pengujian ketahanan terhadap hantaman angin periode 50 dan 100 tahun juga dilakukannya, demi menjamin ketahanan patungnya terhadap pengaruh alam.
"Semoga apa yang sudah saya kerjakan memberi manfaat kepada negara dan bangsa. Semoga seni tak sekadar menampilkan keindahan, tetapi menjadi jalan baru menuju antusiasme hidup manusia di masa kini dan nanti," ujarnya.
"Jika seni mengusung unsur-unsur estetik yang memberi sentuhan rasa indah, maka
teknologi menjadi pemecah problematika yang memungkinkan seni hadir di tengah-tengah
publik sebagai ikon peradaban baru. Teknologi dibutuhkan sebagai bahasa perantara bagi
seorang seniman untuk menjangkau publik yang lebih besar," tambahnya.
Penganugerahan Doktor Kehormatan bidang Pengembangan Wilayah dan Kota kepada Prof. Bambang Brodjonegoro.
Dalam acara penganugerahan gelar tersebut, Bambang Brodjonegoro memberikan orasi ilmiah berjudul "Menciptakan Peningkatan Kesejahteraan melalui Konsep Liveable Metropolitan."
Urbanisasi merupakan fenomena yang secara masif terjadi di Indonesia. Mereka yang pindah dari desa ke kota ini memiliki tujuan mendapatkan fasilitas hidup baik dan kesejahteraan yang meningkat.
Sesungguhnya urbanisasi membawa dampak positif bagi negara dan juga masyarakat. Hal ini terjadi karena adanya aglomerasi ekonomi yang membuat economies of scale kegiatan ekonomi yang ada di perkotaan.
Daya beli masyarakat yang rendah ketika sebuah kota metropolitan mengalami gentrifikasi adalah konsekuensi logis dari fenomena urbanisasi.
"Menurut survei yang dilakukan oleh Statista pada tahun 2017, sebanyak 37% pendapatan warga Jakarta dialokasikan untuk biaya kontrak hunian. Harga sewa hunian yang mencapai lebih dari dua per tiga upah minimum rata-rata menjadikan tinggal dekat dengan lokasi pekerjaan bukan lagi sebuah pilihan. Hal ini menyebabkan angka backlog hunian di Jakarta mencapai 40% dan
mayoritas penduduk yang bekerja di kota metropolitan seperti Jakarta menjadi
harus tinggal puluhan kilometer jauhnya dari kota," ujarnya.
Permasalahan lainnya yang kerap muncul ke permukaan adalah transportasi. Sistem transportasi publik yang terintegrasi antar wilayah belum tersedia secara merata.
Menyisakan dua pilihan bagi kaum pekerja yaitu untuk membeli mobil pribadi atau berdesak-desakan menggunakan transportasi multimoda yang ada setiap hari.
"Secara teori, meningkatnya keterbukaan pada market global, akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan menstimulasi teknologi yang baru.
Pembangunan kota metropolitan dapat mendorong perekonomian tumbuh karena adanya efek aglomerasi spasial dan iklim bisnis yang baik," ucapnya.
Dalam melaksanakan konsep liveable metropolitan ini terdapat tiga pilar utama,
yaitu (1) ketersediaan fasilitas dan layanan publik yang inklusif, (2) ekonomi yang kompetitif, dan (3) peraturan dan pemerintah yang suportif.
"Sudah tiba saatnya kita membangun kota-kota kita menjadi kota liveable metropolitan. Saat ini kita memiliki momentum adanya rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang juga telah dituangkan pada RPJMN 2020-2024," tutupnya.(*)