Breaking News:

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Sepasang Lansia di Garut, Istri Dicekik Suami Minum Racun

Polisi ungkap hasil autopsi dari jasad  sepasang suami istri di Garut yang ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya pada Jumat (2/7).

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Siti Fatimah
Proses evakuasi sepasang lansia yang ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Cinunuk Tengah, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Polisi ungkap hasil autopsi dari jasad  sepasang suami istri di Garut yang ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya pada Jumat (2/7).

Keduanya merupakan lansia warga Kampung Cinunuk Tengah, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari hasil autopsi, sang istri yang diketahui bernama Iceu Juwita (64)  tewas dengan tanda kekerasan di bagian lehernya.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dede Sopian mengatakan perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia dengan keadaan mulut tersumpal.

Baca juga: Dua Kisah Percobaan Bunuh Diri Karena Stres Positif Covid-19 Menimpa Lansia dan Anak Muda

"Jadi kami sampaikan hasil autopsi korban yang perempuan itu ada dugaan kekerasan, adanya penyumbatan di saluran pernafasan yang ada tanda-tanda disumpel dan lehernya ada bekas tekan oleh tangan," ungkapnya, Sabtu (3/7/2021).

Sementara  sang suami yang diketahui bernama Oding Saripin (82) ditemukan di kamarnya dalam keadaan tidak bernyawa.

Dede menjelaskan dari hasil autopsi, sang suami diduga tewas karena menenggak racun karena di dalam paru-parunya terkandung senyawa racun.

"Suaminya yang meninggal di tempat tidur, hasil autopsi diduga dikarenakan adanya racun yg terkandung di paru-paru," ucapnya.

Namun menurut Dede untuk membuktikan kematian suaminya tewas karena racun harus dilakukan tindakan lebih lanjut setelah autopsi yaitu toksikologi di Mabes Polri.

Baca juga: VIDEO Lansia Berusia Hampir Satu Abad di Purwakarta Digendong ke Tempat Vaksinasi Covid-19

"Karena di Bandung tidak ada maka harus dibawa ke Mabes Polri, tapi keluarga  ingin segera dilakukan proses pemakaman," katanya.

Dede menjelaskan kemungkinan pelaku adalah suaminya sendiri, kemudian pelaku bunuh diri dengan menenggak racun.

"Jadi ada kemungkinan pelakunya suaminya sendiri, setelah melakukan kekerasan terhadap istrinya kemungkinan suaminya bunuh diri dengan meminum racun," ungkap Dede.

Lalu proses hukum dari kasus ini menurut Dede yaitu gugur demi hukum karena terduga pelaku meninggal dunia.

"Dari keluarganya juga sudah menerima dari anak-anaknya juga menerima," ucapnya

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved