Breaking News:

Lonjakan Kasus Covid-19 Sumedang, Anggota DPRD ini Sebut Sistem Pelayanan Kesehatan Terancam Lumpuh

Anggota DPRD Sumedang, Rahmat Juliadi memprediksi sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumedang terancam lumpuh

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Kiki Andriana

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Anggota DPRD Sumedang, Rahmat Juliadi memprediksi sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumedang terancam lumpuh jika Pemkab Sumedang tidak segera mengambil langkah cepat dan tepat.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ini, lonjakan kasus Covid-19 di Sumedang hingga kini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. 

Sebab, kata dia,  jumlah kasus harian dalam dua pekan terakhir melonjak tajam hingga lebih dari 150 orang per hari, dengan jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi positif sudah lebih dari 6 ribu orang, dan yang meninggal dunia lebih dari 150 orang.

Baca juga: Aturan Ketat saat Idul Adha di Wilayah PPKM Darurat dari Takbiran hingga Penyembelihan Hewan Kurban

"Jumlah ini belum memberikan gambaran yang sebenarnya, karena jumlah yang sebenarnya bisa jauh lebih banyak dari yang terlaporkan. Apalagi jumlah test yang dilakukan oleh Pemkab Sumedang masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization)," kata Rahmat Juliadi kepada TribunJabar.id melalui pesan singkat, Sabtu (3/7/2021).

Rahmat menyebutkan, positivity rate dari sample yang diperiksa sampai saat ini mencapai 48 persen lebih. Artinya, ujar Rahmat, dari setiap 100 sample yang diperiksa ada sekitar 48 orang lebih yang positif terpapar Covid-19. 

Kemudian, lanjut dia, dengan masifnya pemeriksaan baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemeriksaan atas permintaan sendiri (APS), maka lonjakan kasus Covid-19 di Sumedang akan terus bertambah. Di mana puncaknya menurut para ahli epidemiologi bisa di terjadi di akhir bulan Juli hingga Oktober 2021 mendatang.

Selain itu, tambah Rahmat, kasus meninggalnya seorang pegawai Disparbudpora Sumedang yang terkorfirmasi positif Covid-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri jadi tamparan keras bagi Pemkab Sumedang. Sebab, katanya, mendiang adalah seorang CPNS yang sedang mengikuti Diklat, dan harus melakukan isolasi mandiri di tempat kostnya yang tidak jauh dari RSUD Sumedang.

Ramhat mengatakan, jumlah Bed atau tempat tidur yang dimiliki Sumedang hanya ada sekitar 700 bed dari tiga rmah sakit, yakni RSUD Sumedang, RS Pakuwon dan RS Harapan Keluarga.

"Saat kondisi tidak sedang pandemi Covid-19 saja jumlah tersebut sudah sangat kurang, karena idealnya rumah sakit di Sumedang memiliki satu tempat tidur untuk 1000 penduduk. Kalau saat ini jumlah penduduk Sumedang  sekitar 1,2 juta jiwa, maka sedikitnya pada saat keadaan normal saja RS di sumedang idealnya memiliki sekitar 1200 tempat tidur," katanya.

Baca juga: Tips Dokter Untuk Orangtua Punya Anak Usia di Bawah 2 Tahun, Terhindar dari Kasus Covid-19 pada Anak

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved