PPKM Darurat

Aturan PPKM Darurat Layanan Rumah Sakit Ada Pemisahan Kriteria Pasien Covid-19, Begini Penjelasannya

Pemerintah dan Kemenkes juga telah merancang PPKM Darurat juga mengimplementasikan aturan layanan rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19 

Editor: Hilda Rubiah
LIPI via Kompas.com
PPKM Darurat Layanan Rumah Sakit, Ada Pemisahan Kriteria Pasien Covid-19, Begini Penjelasan Menkes 

TRIBUNJABAR.ID - PPKM Darurat yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali mulai berlaku hari ini 3 - 20 Juli 2021 mendatang.

Pemerintah bersama Kementerian Kesehatan menerapkan PPKM Darurat sebagai strategi penanganan baru Covid-19.

Dalam hal ini, pemerintah dan Kemenkes juga telah merancang mengimplementasikan perubahan perilaku aturan layanan rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19 

Dalam penerapannya, dijelaskan Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin, adanya aturan baru pada aturan layanan rumah sakit bagi pasien Covid-19.

Khususnya bagi daerah-daerah yang tekanan rumah sakit tinggi sehingga perlu dilakukan pementaan pasien Covid-19 dan pasien sakit umum.

Baca juga: Apa Arti PPKM Darurat? Penanganan Baru Menekan Covid-19 Diperketat di Zona Merah hingga Nasional?

Berikut simak penjelasannya:

1. Triase / pemisahan pasien Covid-19 / IGD

Gejala sedang dan berat / kritis dirawat di RS

Kriteria awal untuk pemisahan:

a Sesak napas

b Saturasi oksihen < 95 persen

c Hasil Rapid antigen atau PCR (+)

d Menambah tenda perawatan di IGD

Budi Gunadi menjelaskan bahwa perlu dipastikan yang prioritas masuk rumah sakit adalah orang yang harus masuk rumah sakit.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved