Breaking News:

Wisuda Gelombang II Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2021

Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Wisuda Gelombang II Tahun 2021 secara daring melalui zoom pada hari Rabu 23 Juni 2021

Editor: bisnistribunjabar
Dok.UPI
Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Wisuda Gelombang II Tahun 2021 secara daring melalui zoom pada hari Rabu 23 Juni 2021 

TRIBUNJABAR.ID,- Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Wisuda Gelombang II Tahun 2021 yang diselenggarakan secara daring melalui zoom untuk seluruh peserta wisudawan pada hari Rabu 23 Juni 2021. Hadir sejumlah perwakilan pimpinan UPI serta perwakilan wisudawan terbaik yang mengikuti kegiatan secara luring digedung Achmad Sanusi UPI dengan menerapkan standar protokol kesehatan diawali pelaksanaan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk gedung, pelaksanaan tes antigen, memakai masker serta menjaga jarak.

Jumlah peserta wisuda gelombang II tahun 2021 sebanyak 1502 orang dengan rincian lulusan jenjang diploma (D3)sebanyak 20 orang, lulusan jenjang sarjana (S1) sebanyak 1092 orang, lulusan jenjang magister (S2 )sebanyak 297 orang, serta lulusan jenjang doktor (S3) sebanyak 93 orang.

Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Wisuda Gelombang II Tahun 2021 secara daring melalui zoom pada hari Rabu 23 Juni 2021
Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Wisuda Gelombang II Tahun 2021 secara daring melalui zoom pada hari Rabu 23 Juni 2021 (Dok.UPI)

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. menyampaikan selamat bagi lulusan terbaik berdasarkan jenjang (D3, S1, S2, dan S3) pada wisuda gelombang II tahun 2021 yaitu Restu Rosdini P meraih IPK 3,47 Sangat Memuaskan dari program studi Teknik Mesin FPTK Jenjang Diploma Tiga (D3), Angela Vitadewi  meraih IPK 3,97 Cumlaude dari Program Studi Fisika FPMIPA Jenjang Sarjana (S1), Rinita Rosalinda Dewi P meraih IPK 3,96 Cumlaude dari program studi Pendidikan Umum dan Karakter SPS UPI Jenjang Magister (S2) serta Saripudin meraih IPK 4,00 Cumlaudedari program studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan SPS UPI Jenjang Doktor (S3).

Selain lulusan terbaik pada setiap jenjang, juga terdapat11 lulusan terbaik pada setiap fakultas. Lulus terbaik pada jenjang Diploma Tiga (D3) dan Jenjang Sarjana (S1)  yaitu Dina Kusumanita Nur Alfaeni meraih IPK 3,82 cumlaude dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Mohammad Refi Omar Ar Razy meraih 3,91 cumlaude dari program studi Pendidikan Sejarah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Novia Nuraini meraih IPK 3,86 cumlaude dari program studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS)

Angela Vitadewi meraih IPK 3,97 cumalude dari program studi Fisika  Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Agus Tendi Ahmad Bustomi meraih IPK 3,86 cumlaude dari program studi Pendidikan Teknologi Agroindustri Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejurusan (FPTK), Alif Sahrul Fitriandi meraih IPK 3,85 cumlaude dari program studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Dhealika Syamputri meraih IPK 3,85 cumlaude dari program studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Mustika Andini meraih IPK 3,93 cumlaude dari program studi Pendidikan Seni Musik Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), Hadaina Fasya meraih IPK 3,58 sangat memuaskan dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Kampus Cibiru, Ryan Dwi Yatmoko meraih IPK  3,86 cumlaude dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Kampus Serang.

Lulus terbaik pada jenjang Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) yaitu Rinita Rosalinda Dewi meraih IPK 3,97 cumlaude dari program studi Pendidikan Umum dan Karakter Sekolah Pascasarjana UPI Jenjang Magister (S2), Saripudin meraih IPK 4,00 cumlaude dari program studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UPI jenjangdoktor (S3).

Pada kegiatan diwisuda pada gelombang II tahun 2021 Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A memberikan gagasan dan pemikiran terkait dengan Transformasi Pendidikan Untuk  Antisipasi Learning Loss Pasca Pandemi Covid-19. Menurut Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA bahwa menata kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan memerangi pandemi Covid-19 bukanlah pilihan “either/or,” keduanya harus dilakukan secara bersamaan, tentu dengan menata kebiasaan baru yang jauh lebih teratur, sehat dan disiplin agar tetap bugar dan terhindar dari wabah.

Menurutnya, bahwa tantangan bagi dunia pendidikan kita, anak-anak harus tetap dapat belajar sambil berupaya memutus mata-rantai sebaran virus; dan oleh karena itu Pemerintah telah menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), melalui kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR). Namun, kini timbul kehawatiran akan hilangnya kesempatan mereka untuk belajar (learning lost) serta deficit of competency selama periode BDR.

Learning Loss tidak hanya akan menjadi ancaman yang luar biasa terhadap mutu pendidikan, tetapi juga terhadap keadilan layanan pendidikan (educational equity). Kesenjangan layanan pendidikan antar-segmen masyarakat telah terjadi dan segmen masyarakat yang kurang beruntung (disadvantaged groups) jauh dari kesiapan mereka untuk mengikuti PJJ online karena mereka tidak memiliki akses yang sama dengan mereka yang beruntung (advantaged groups) terhadap internet bahkan perangkat digital-pun (laptop, gawai, atau tablet) tidak mereka miliki.

Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA  menjelaskan bahwa masa pandemi ini adalah momentum untuk kita melakukan hal-hal besar dan fundamental. Untuk mencegah penularan virus, sementara ini para siswa harus tetap mematuhi protokol kesehatan, kita perlu melakukan berbagai upaya praktis agar pendidikan kembali berjalan normal.

Namun, setelah pandemi berlalu, sekadar menormalkan praksis sekolah tidaklah cukup; yang kita perlukan adalah transformasi pendidikan, yaitu “desain besar” untuk mengubah pendidikan secara mendasar. Benang merahnya bukan menaikan APK atau APM seperti yang kini dominan dilakukan, tetapi melakukan transformasi kurikulum sekolah dan sistem pembelajaran secara menyeluruh dan mendasar, baik dominasi kontennya maupun remodeling proses pembelajarannya, yang didukung oleh segenap ekosistem yang kondusif.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved