Ini Aturan Rinci PPKM Darurat di Kota Sukabumi Berlaku Mulai Besok, Ada Aturan Berkendara

Pemerintah Kota Sukabumi resmi mengeluarkan aturan PPKM Darurat ayang akan dilaksanakan 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
ilustrasi Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni turut mensosialisasi PPKM Darurat yang akan diberlakukan pada 3 Juli 2021. Pemerintah Kota Sukabumi resmi mengeluarkan aturan PPKM Darurat ayang akan dilaksanakan 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi resmi mengeluarkan aturan PPKM Darurat ayang akan dilaksanakan 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Wakil Walikota Sukabumi Andri Hamami mengatakan, kebijakan aturan PPKM Darurat yang akan di berlakukan tidak jauh dari yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Hasil rapat koordinasi semua unsur Forkopimda dan unsur terkait didalamnya point-point tidak dan sama seperti yang dikeluarkan pemerintah pusat," ujarnya.

Baca juga: Sehari Menjelang PPKM Darurat, Salat Jumat di Masjid Agung Ciamis Tetap Berlangsung

Ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat meliputi :

1. Transportasi angkutan umum dan pribadi:

-  Roda dua diisi oleh dua orang pengemudi dan penumpang.

- Kendaraan mobil pribadi dengan protokol kesehatan.

- Angkutan Kota 1 Pengemudi, 3 penumpang jok belakang kanan, 2 penumpang jok belakang kiri.

2. Sektor essential, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor. 

- Menerapkan protokol kesehatan ketat.

- Kafasitas pekerja 50 persen dan 25 persen bagi sektor pemerintahan.

Baca juga: Dukung PPKM Darurat Jawa - Bali, Berikut Jadwal Jam Operasional Layanan Kas bank bjb

3. Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dengan kafasitas kerja 100 persen.

4. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved