Breaking News:

Dicap Pengkhianat dan Penjara Seumur Hidup untuk Kompol Imam Zaidi, Kuasai Sabu 16 Kg

Dicap pengkhianat, Kompol Imam Ziadi Zaid, yang terlibat peredaran narkotika jenis sabu divonis bersalah dan dihukum penjara seumur hidup.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa/Tribun Pekanbaru
Kompol Imam Zaidi (tiga dari kanan) dan Hendri Winata (dua dari kiri). Imam Zaidi yang jadi kurir sabu 16 Kg divonis penjara seumur hidup. Vonis yang sama juga dijatuhkan pada Hendri Winata. 

TRIBUNJABAR.ID, PEKANBARU - Perwira Polri yang dicap pengkhianat, oknum polisi, Kompol Imam Zaidi Zaid, yang terlibat peredaran narkotika jenis sabu divonis bersalah melakukan tindak pidana Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Narkotika.

Pada Selasa (29/6/2021), Pengadilan Negeri Pekanbaru menggelar sidang putusan atas Imam Zaidi Zaid, mantan Kepala Seksi Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Vonis pada oknum polisi itu dijatuhkan jelang HUT Bhayangkara ke-75.

Baca juga: Cieee Naik Pangkat, HUT Bhayangkara ke-75, 57 Anggota Polres Majalengka Dapat Kenaikan Pangkat

"Menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa Imam Zaidi Zaid dengan pidana penjara selama seumur hidup," ujar hakim ketua, Mahyudin, dalam sidang yang digelar dengan skema video conference, Selasa (29/6/2021).

Dalam kasus ini, rekan Kompol Imam, Hendri Winata alias Acoy yang turut membawa sabu 16 kg bersama Kompol Imam turut divonis bersalah dan dijatuhi pidana penjara seumur hidup.

Berkas perkara Hendri Winata digelar terpisah. Majelis hakim yang dipimpin Liviana Tanjung menyatakan Acoy terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, kasus ini berawal saat Kompol Imam Zaidi Zaid pad 23 Oktober 2020 melakukan permukafatan jahat dengan menawawrkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tamaman beratnya melebihi 5 gram.

Saat itu, Heri, seorang buron, menghubungi Hendri Winata untuk mengambi sabut. Hendri meminta bantuan Komppol Imam untuk mengambilnya di Jalan Parit Indah, Kota Pekanbaru.

Kompol Imam dan Hendri lalu menuju lokasi. Tak lama datang dua laki-laki membawa sepeda motor mengendarai keduanya.

Baca juga: Diperingati Setiap 1 Juli, Berikut Ini adalah Sejarah Hari Bhayangkara

Kedua laki-laki itu kemudian memasukan dua tas ke dalam mobil. Heri sang buron menyuruh Imam dan Hendri membawa sabu itu ke Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved