Breaking News:

Virus Corona di Jabar

BUMD Jabar Ditugaskan Bantu Distribusi Oksigen, Siapkan 10 Armada Pengangkut

Ridwan Kamil mengatakan secara umum produksi oksigen di Jawa Barat terkendali, namun pihaknya harus memperbaiki neraca kebutuhan dan kekurangan daerah

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Shania Septiana
suasana isi ulang oksigen di Kota Bandung, Restu Fadil Gas 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjuk BUMD Jabar PT Jasa Sarana untuk ikut mengatur suplai dan neraca distribusi oksigen ke sejumlah rumah sakit dan daerah yang kekurangan persediaan oksigen untuk penanganan pasien Covid-19.

Ridwan Kamil mengatakan, secara umum produksi oksigen di Jawa Barat terkendali, namun pihaknya harus memperbaiki neraca kebutuhan dan kekurangan daerah.

“Sudah kami tugaskan BUMD Jasa Sarana melakukan manajemen suplai oksigen untuk rumah sakit di Jabar. Sehingga kami punya data mana yang kelebihan dan kekurangan,” katanya melalui siaran digital, Jumat (2/6/2021).

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Hanif Mantiq, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah ditugaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu penyediaan infrastruktur kesehatan baik rumah sakit dan juga penanganan kebutuhan logistik Covid-19.

“Kami sekarang diminta membantu pemerintah provinsi membantu distribusi oksigen, memperlancar distribusi ke rumah sakit,” katanya.

Menurutnya, dari kajian awal, kebutuhan oksigen di sejumlah rumah sakit mengalami lonjakan karena meningkatnya pasien Covid-19. Sementara produsen dan rantai pasok mengalami keterbatasan armada pengiriman.

Baca juga: Persediaan Oksigen di Jabar Tidak Merata, Jabar Fokus Perbaiki Manajemen Distribusi Oksigen ke RS

Selain itu, ada produksi oksigen juga terkendala ketersediaan tabung oksigen hingga membuat pasokan tidak normal.

“Karena kendala ini pihak rumah sakit diminta melakukan pengiriman mandiri atau mengambil langsung, kita terlibat di sana. Kita membantu mengambil oksigen untuk dikirim ke rumah sakit. Apakah nanti kendala pengiriman oksigen ada di produsen, distributor, atau agen, kami menyesuaikan kondisi di lapangan saja,” kata Hanif.

Jasa Sarana sendiri sudah memiliki pengalaman lewat anak usaha PT Jabar Laju Transindo yang bekerjasama dengan PT Jasa Medivest untuk mengambil limbah medis di 500 titik fasilitas layanan kesehatan yang ada di Jawa Barat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved