Breaking News:

PPKM Darurat di Cianjur

Besok PPKM Darurat, Warga di Pelosok Cianjur Gelar Doa Bersama, 12 Jalan Akan Ditutup, Ini Daftarnya

Mulai besok, ada 12 jalan yang ditutup saat PPKM Darurat di Cianjur diterapkan.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Warga di Cianjur menggelar doa bersama jelang PPKM Darurat yang akan digelar mulai besok. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebagian warga di pelosok Cianjur menggelar doa bersama jelang PPKM Darurat yang mulai diberlakukan besok Sabtu (3/7/2021).

Doa bersama dilakukan di kantor Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Selepas melaksanakan salat Jumat warga yang terdiri dari para ibu, bapak-bapak, dan anak-anak berbondong-bondong ke kantor desa.

Tak hanya warga desa Cibadak, warga dari luar desa pun turut hadir dalam acara doa bersama tersebut.

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengatakan doa bersama ini sebelumnya rutin dilakukan.

Namun karena momennya ini pas akan melaksanakan PPKM darurat maka kami juga menggelar doa agar semua warga dilindungi dari pandemi covid-19.

"Doa bersama ini digelar sederhana dan warga semua kompak terdiri dari kaum bapak dan ibu menggelar doa bersama, besok mulai PPKM Darurat, kami juga memohon agar semua warga terlindungi dari pandemi Covid-19," kata Elan, Jumat (2/7/2021).

Di tempat terpisah, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan saat PPKM Darurat di Cianjur mulai besok ada 12 jalan yang akan ditutup mulai pukul 14.00 WIB dan pukul 18.00 WIB.

Dua belas jalan tersebut tersebar di dalam kota Cianjur dan satu di perbatasan Puncak-Bogor.

Jalan yang akan ditutup adalah Jalan Mangunsarkoro, Jalan Siti Jenab, Jalan Yulius Usman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Amalia Rubini, Jalan Barisan Banteng Atas, Jalan KH Syaban, Jalan Moh Toha, Jalan Abu Atikah, Jalan Suroso, Perbatasan Puncak Bogor, dan Bundaran Tugu Lampu Gentur.

"Besok dinas-dinas WFH 100 persen, kecuali perbankan dan keamanan, untuk toko selain yang menjual makanan untuk sementara saya harap bisa ditutup," katanya.

Ia mengatakan, untuk rumah makan juga tak boleh makan di tempat, nanti akan ada patroli.

Herman mengatakan, dalam seminggu ini sudah ada 1.000 orang yang positif di Cianjur.

"Untuk hajatan pernikahan juga maksimal 30 orang dan makanannya dibawa ke rumah," katanya.

Baca juga: PPKM Darurat di KBB Siap Diterapkan, Tempat Wisata dan Perkantoran Tutup Kecuali Sektor Esensial Ini

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved