Breaking News:

Ridwan Kamil Batalkan 11 Proyek Senilai Rp 140 miliar untuk Suplai Obat dan Suplemen Pasien Covid

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberhentikan 11 proyek pembangunan strategis senilai Rp 140 miliar yang dialihkan untuk obat dan suplemen

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
WEB
Ilustrasi obat dan suplemen- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberhentikan 11 proyek pembangunan strategis senilai Rp 140 miliar yang dialihkan untuk obat dan suplemen pasien Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberhentikan 11 proyek pembangunan strategis tahun ini. Anggarannya yang bernilai Rp 140 miliar tersebut kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan obat-obatan dan suplemen makanan warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

"Kami akan melakukan refokusing anggaran karena kami lihat juga yang isolasi mandiri-isolasi mandiri ini butuh dukungan dari kita, tidak hanya pasien Covid-19 yang ada di rumah-rumah sakit. Saya sendiri sudah memberhentikan 11 proyek infrastruktur, saya putuskan hari ini," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui siaran pers digital, Kamis (1/7).

Ridwan Kamil mengatakan pembangunan 11 proyek infrastruktur diberhentikan dan dananya senilai Rp 140 miliar digeser untuk diperbantukan kepada kedaruratan Covid-19, yaitu akan mensubsidi gratis obat-obatan dan suplemen untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Anggota DPRD Jabar Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Pengaturan Proyek di Indramayu

"Jadi ada banyak sekali masuk pesan ke saya, yang bingung mau makan dan minum obat atau suplemen apa, sehingga itu akan menjadi tanggung jawab kita," katanya.

Warga yang melakukan isolasi mandiri dan membutuhkan obat-obatan atau suplemen, katanya, bisa melaporkannya melalui aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat atau Pikobar.

"Sistem pelaporan mereka yang akan kita buka di Pikobar. Setelah itu kita akan mengirimkan bantuan obat gratis dan suplemen gratis, yang dananya kami ambil dari pemberhentian 11 proyek infrastruktur. Mudah-mudahan membantu penanganan yang sedang kita laksanakan di Jawa Barat," katanya.

Berdasarkan data yang diterima, proyek infrastruktur yang dikurangi nilainya sebanyak 3 proyek, dengan nilai pengurangan sebesar Rp 20,5 miliar, dan yang dibatalkan sebanyak 11 proyek, dengan nilai sebesar Rp 124,4 miliar. Jadi totalnya Rp 144,9 miliar.

Baca juga: Protes Jalan Rusak Akibat Truk Bertonase Besar di Jalur Proyek Kereta Cepat, Warga Diminta Bersabar

Jenis infrastruktur yang ditunda adalah pembangunan Creative Center, Pusat Budaya, Destinasi Pariwisata, Alun-Alun, dan Peningkatan Jalan.

"Selama Covid-19 ini kami harus menyeimbangkan neraca pembangunan dan neraca pengendalian pandemi. Sebelum Idulfitri di mana kita berhasil mengendalikan dengan PPKM Mikro semuanya berjalan sesuai rencana. Kemudian karena darurat ini, banyak dinamika-dinamika luar biasa," tuturnya.

Akhirnya beberapa hari lalu ia minta tim menyisir ulang proyek pembangunan. Jika ada proyek yang yang belum dilelang, proyek-proyek yang bisa ditunda pembangunannya di tahun depan, kemudian ada proyek-proyek yang bisa dikurangi volumenya, maka bisa direalokasikan anggarannya.

Baca juga: Belum Dipanggil KPK, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Tidak Terlibat Proyek Bansos?

"Ini akan mendampaki ekonomi, tapi itulah dalam situasi seperti ini ada urgensi yang lebih utama. Saya sangat bersimpati kepada tenaga kesehatan dan dokter yang kewalahan, kedua juga banyak curhatan lewat hape saya dan saya pantau di media sosial terkait isolasi-isolasi mandiri," katanya.

Mereka, tuturnya, kebingungan untuk memulihkan dirinya dan kesulitan mendapat biaya untuk membeli obat yang mungkin langka dan sebagainya.

"Memang akan mendapat perlambatan dari sebuah pemulihan ekonomi yang kita lakukan, tapi itu adalah konsekuensi yang harus kami lakukan karena keselamatan nyawa adalah utama," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved