Kapal Tenggelam di Gilimanuk

Aurel Kehilangan Ayah, Kakak dan Adik dalam Tenggelamnya KMP Yunicee, Sang Nenek Ditemukan Tewas

Kapal feri KMP Yunicee tenggelam diduga dihantam ombak setinggi 4 meter saat akan sandar di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam.

Editor: Ravianto
Tribun-Bali.com/Dok Humas Basarnas Bali
Tim SAR gabungan yang terlibat operasi SAR pencarian korban Tenggelamnya KMP Yunicee. 

TRIBUNJABAR.ID, GILIMANUK - Kecelakaan kapal tenggelam di Selat Bali menewaskan setidaknya 7 orang dan lusinan lain masih hilang.

Kapal feri KMP Yunicee tenggelam diduga dihantam ombak setinggi 4 meter saat akan sandar di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam.

Kapal tersebut mengangkut 53 orang termasuk kru kapal.

Salah satu korban selamat insiden kapal tenggelam di Gilimanuk 29 Juni 2021 itu adalah Aurel.

Bocah berusia 11 tahun itu berlinang air mata dalam dekapan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba.

Ia selamat setelah diselamatkan seorang nelayan di tengah perairan selat Bali.

Dalam musibah ini, Aurel kehilangan neneknya Hj Sri Rahayu.

Adapun ayah, kakek, kakak dan adiknya yang juga berada dalam kapal tersebut hingga kini belum ditemukan.

Warga Loloan Barat itu pun pun meluapkan kesedihannya ketika Bupati Jembrana, Nengah Tamba datang mengunjunginya di Puskesmas.

Tamba sendiri mengaku siap menjadi bapak angkat dari Aurel.

Aurel merupakan anak piatu alias tidak memiliki ibu.

"Saya siap menjadi bapak angkatnya," kata Bupati Tamba, Rabu (30/6/2021).

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah proses pendampingan guna meminimalisir dampak psikologis bagi korban selamat tersebut.

Ia pun berharap pendampingan itu dapat mengendalikan dampak emosional atas tragedi tenggelamnya kapal yang menelan korban jiwa tersebut.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved