Breaking News:

Puluhan Warga Lingkungan Kandang Gajah Terpapar Covid-19, Pondok Pesatren Darussalam di Lockdown

Komplek Pesantren Darussalam Ciamis yang berlokasi di Desa Dewasari  Kecamatan Cijeungjing di lockdown

Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
dok.pondok pesantren
Komplek Pesantren Darussalam Ciamis yang berlokasi di Desa Dewasari  Kecamatan Cijeungjing di lockdown. 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Komplek Pesantren Darussalam Ciamis yang berlokasi di Desa Dewasari  Kecamatan Cijeungjing di “lock down” terhitung sejak Senin (28/6).

Santri tidak boleh keluar komplek dan warga luar tidak boleh masuk ke dalam komplek Pesantren Darussalam guna mengantipasi terjadinya penulara Covid-19.

Pondok Pesantren Darussalam melakukan “karantina wilayah internal” tersebut menyusul ada ada sekitar lingkungan luar pesantren yakn warga Dusun Kandang Gajah Desa Dewasari yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Pengajar di Salah Satu Pesantren di Bandung Terpapar Covid-19, Ini Kata Camat Panyileukan

“Ada warga dekat kampus atas, lingkungan dekat Aula Jendral Sudirman yang terkonfirmasi positip Covid-19,” ujar Ebeg Saeful Rahman M.Ag salah seorang pengurus Pondok Pesantren Darussalam Ciamis kepada Tribun Selasa (29/6).

Menurut Ebeg, ada 41 orang warga Kandang Gajah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Seorang meninggal dunia.

Informasinya penularan virus corona yang kini marak di Dusun Kandang Gajah tersebut diduga berasal dari kegiatan resepsi pernikahan salah seorang warga di lingkungan dekat Komplek Pesantren Darussalam seminggu lalu.

“Sebagian besar yang terkonfirmasi positif adalah pihak keluarga serta warga yang ikut panitia hajat resepsi,” katanya.

Untuk menghidari terjadinya interaksi warga dengan lingkungan pondok, pihak Pondok Pesantren Darussalam melakukan “lock down” sejak Senin (28/6). Seluruh pintu masuk lingkungan pondok pesantren diportal, ditutup.  Tidak boleh ada yang masuk.

Baca juga: Ada Guru Pesantren Terpapar, Camat Panyileukan Sebut Puskesmas Kehabisan Alat Swab untuk Para Santri

Termasuk pintu gerbang kampus atas dekat Aula Jendral Sudirman. Demikian juga pintu gerbang utama di kampus bawah.

Ribuan santr yang “mondok” tidak boleh keluar lingkungan. Orang tua santri tidak diperbolehkan masuk lingkungan. Kalau pun ada kiriman, cukup sampai di pintu gerbang sudah ada petugas yang menjaga dengan standard prokes.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved