Breaking News:

Pembatasan Mikro Dinilai Tak Efektif, Mulai Rabu Besok Jokowi Dikabarkan Berlakukan PPKM Darurat

Indonesia berencana memberlakukan pembatasan yang lebih ketat mulai Rabu (30/6) yakni PPKM darurat

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar
ilustrasi Penyekatan di gerbang Tol Cileunyi dalam rangka PPKM 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menyikapi lonjakan kasus Covid-19 ditambah adanya temuan varian baru Covid-19, Indonesia berencana akan memberlakukan pembatatan yang lebih ketat.

Pemberlakukan PPKM mikro yang sudah dilakukan dinilai tidak efektif untuk menekan angka kasus Covid-19.

Bahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga sudah memberikan imbauan agar diberlakukan lockdown minimal dua minggu khususnya di pulau Jawa.

Baca juga: Wagub Jabar Seirama dalam Penanganan Covid-19, PPKM Mikro Masih Efektif Cegah Penularan Lebih Luas

Imbauan IDI ini bukan hanya melihat dari kenaikan kasus Covid-19.

Namun IDI juga melakukan pertimbangan karena lonjakan kasus telah membebani rumah sakit.

Dikutip dari Kontan.id, Indonesia berencana memberlakukan pembatasan yang lebih ketat mulai Rabu (30/6), ketika negara terpadat di Asia Tenggara ini memerangi gelombang kedua infeksi virus corona yang didorong varian Delta yang lebih menular.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memimpin rapat internal pada Selasa ini (29/6) untuk membahas rincian tindakan baru yang direncanakan, yang disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, atau pembatasan kegiatan publik darurat, menurut sumber dua pejabat senior pemerintah dan seorang anggota DPR  seperti dikutip The Strait Times.

Baca juga: Pantai Pangandaran Akan Ditutup Malam ini, Petugas Sosialisasikan PPKM Kegiatan Ekonomi Dibatasi

 "Langkah-langkah baru itu mungkin mengharuskan semua pekerja di sektor yang tidak penting untuk bekerja dari rumah dan melarang makan di restoran," kata seorang anggota komite kesehatan DPR mengatakan kepada The Straits Times dalam sebuah pesan teks.

Saat ini 25% karyawan perusahaan diizinkan bekerja dari kantor dan tempat makan di restoran dibatasi hingga 25% dari kapasitas.

Perjalanan udara domestik akan diizinkan hanya bagi mereka yang telah divaksinasi dan memiliki hasil tes PCR negatif.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved