Breaking News:

Ubah Laku

Pandemi Covid-19, Kesadaran Masyarakat untuk Berinvestasi Meningkat, Jumlah Investor Saham Tumbuh

Tren peningkatan jumlah investor dipicu antusiasme masyarakat untuk berinvestasi semakin tinggi sehingga semakin banyak orang mulai berinvestasi

Editor: Siti Fatimah
DOKUMENTASI/MEDAN.TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Investasi Saham- Tren peningkatan jumlah investor dipicu oleh antusiasme masyarakat untuk berinvestasi semakin tinggi sehingga semakin banyak orang mulai berinvestasi sejak dini. Karena itu, meski di tengah pandemi Covid-19, jumlah investor saham tumbuh 53,47 persen. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia tercatat terus bertambah secara signifikan. Pada akhir 2020, jumlah investor saham tumbuh 53,47 persen menjadi 1,7 juta investor dari posisi akhir 2019 yang sebanyak 1,1 juta investor.

Demikian diungkapkan  Wakil Dekan Sumber Daya SBM ITB Aurik Gustomo pada acara "The First Indonesia Investor Summit 2021" pada Sabtu (26/6/2021) dan Minggu (27/6/2021) yang digelar Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), bekerja sama dengan IAI (Investor Academy Indonesia) secara daring.

Menurut Aurik Gustomo, pada 2021 hingga Mei 2021, jumlah investor tercatat kembali meningkat menjadi 2,4 juta investor saham.

Baca juga: Merger Gojek dan Tokopedia Bikin Investor Asing Tergiur, Kini Kuasai 86,37% Kepemilikan GoTo

Hal tersebut merupakan tren yang sangat baik bagi bursa saham Indoesia karena kemajuan bursa saham akan juga memberikan dampak yang positif bagi kondisi perekonomian.

Tren peningkatan jumlah investor dipicu oleh antusiasme masyarakat untuk berinvestasi semakin tinggi sehingga semakin banyak orang mulai berinvestasi sejak dini.

Karena itu, meski di tengah pandemi Covid-19, jumlah investor saham tumbuh 53,47 persen.

Banyak generasi milenial, bahkan generasi Z, sudah mulai berinvestasi.

Hal itu terjadi karena semakin mudah melakukan investasi di bursa saham.

"Tapi di sisi lain, tren ini harus diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait bursa saham dan cara berinvestasinya, sehingga para calon investor akan paham bagaimana potensi serta risiko yang ada dari berinvestasi saham," kata Aurik Gustomo.

Baca juga: UU Cipta Kerja Klaster Kemudahan Berusaha Perpajakan, Permudah Investor Asing Investasi di Indonesia

Dalam acara Investor Summit, SBM ITB juga mengajak peserta acara untuk penggalangan dana bagi Saung Angklung Udjo dan beasiswa mahasiswa ITB yang terdampak pandemi Covid-19.

Dikatakan Aurik Gustomo, banyak pihak yang harus berjuang untuk dapat bertahan saat pandemi Covid-19, salah satunya rekan-rekan di Saung Angklung Udjo.

Saung angklung Udjo mengalami keterbatasan dalam melakukan kegiatannya untuk melestarikan salah satu asset budaya nasional, yaitu Angklung, saat pandemi Covid-19.

Selain itu, banyak mahasiswa di ITB yang juga mengalami kesulitan finansial selama pandemi berlangsung.

Aurik Gustomo berterimakasih kepada berbagai pihak, di antaranya Bursa Efek Indonesia, para investor andal dan ternama, serta jajaran direksi dari berbagai emiten yang bersedia menjadi bagian dari acara Investor Summit.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para sponsor, yakni PT Metrodata Electronics Tbk, PT Bank BJB, Tbk, dan PT Irfindo.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved