Rabu, 8 April 2026

Kabar Baik, Transformasi Ponpes, Santri Bisa Magang Kerja dan Kuliah di Jepang Sembari Berdakwah

Transformasi Pondok Pesantren (Ponpes) di Subang, kini para santri juga berkesempatan bekerja dan kuliah di Jepang

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Siti Fatimah
Perwakilan BLK, ISDA dan Pimpinan Ponpes Minhajut Thalibin sedang berfoto usai penandatanganan MoU di Ponpes Minhajut Thalibin Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, Senin (28/6/2021). 

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Transformasi Pondok Pesantren (Ponpes) di Subang, kini para santri juga berkesempatan bekerja dan kuliah di Jepang. Seperti di Ponpes Minhajut Thalibin Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang.

Pihak Ponpes tengah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Nahdloh Training Center (NTC) dan Indonesia Skill Development Association (ISDA), Senin (28/6/2021).

MoU yang menjadi rangkaian acara Haflah Ikhtitam Pondok Pesantren Minhajut Thalibin itu bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui program pemagangan ke Jepang.

Baca juga: Pencari Kerja Diberi Kesempatan Mengikuti Program Magang Bersertifikat Sektor Industri di Majalengka

Pimpinan Ponpes Minhajut Thalibin, Machfud Romli, beserta perwakilan BLK Masrur Ainun Najib dan perwakilan ISDA Luthfi Gaffar, hadir dalam penandatangan MoU tersebut.

Pimpinan Ponpes Machfud Romli mengatakan, dengan MoU tersebut Minhajut Thalibin bisa terbang ke Jepang dengan program pemagangan kerja serta kuliah di Jepang. Kendati demikian, Machfud menegaskan yang paling penting dari program tersebut adalah para santri yang berkesempatan berangkat agar bisa membantu berdakwah Islam secara rahmatan lil alamin di negeri sakura tersebut.

"MoU dengan pesantren bukan serta Merta hanya untuk mencari materi saja, selain meningkatkan SDM juga, tapi santri yang ikut program ini saya harapkan bisa berdakwah bil hal di Jepang," kata Machfud kepada awak media.

Baca juga: Bisa Hasilkan Jutaan Rupiah Perbulan, Ini Program Magang Bagi Petani Milenial Ternak Puyuh

Setelah melakukan penandatangan MoU pihak BLK dan ISDA juga memberikan gambaran umum bagaimana kehidupan warga Jepang dalam keseharian, termasuk warga negara asing yang tinggal di Jepang.

Perwakilan BLK Masrur Ainun Najib mengatakan, para santri tidak perlu khawatir soal menjalankan ibadah di negeri sakura itu, karena semua warga mancanegara diberi kebebasan untuk menjalankan kegiatan spiritual sesuai dengan keyakinannya.

"Ibadah disana tidak akan dihalang-halangi, bahkan sangat dihargai, apa lagi tadi kata pak Kiyai para santri diharapkan bisa sambil berdakwah tentu saja bisa dengan cara yang baik," ujar Masrur.

Lebih lanjut ia menyampaikan, program pemagangan ini pada dasarnya dijalankan oleh pemerintah dan swasta.

Kalau yang pemerintah seluruhnya dibiayai oleh negara kalau yang swasta dibebankan kepada pihak swastanya itu sendiri.

"Yang jelas, bagi santri yang ikut program magang ke Jepang, diperkirakan selama kurun waktu 3 tahun akan mendapat gajih berkisar Rp 300 juta hingga Rp 600 juta, tergantung jenis pekerjaannya, selain itu mereka yang mau sambil menempuh pendidikan tinggi juga bisa," kata dia.

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Warga, Pemda KBB Berangkatkan 150 Warga Untuk Magang Ke Jepang

Untuk biaya tentu sangat terjangkau, kata Masrur, selain akan diganti biaya pendidikan para santri juga akan mendapatkan honor dari program magang yang dilakukan.

"Manfaat lainnya dari program ini, alumni pemagangan ke Jepang juga berpotensi untuk kerja di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia saat pulang nanti," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, saat ini pihaknya tengah membuka jaringan agar peserta magang juga bisa ikut menempuh pendidikan atau kuliah di Jepang.

"Ada universitas yang siap menerima, sedang kami jajaki yang jelas mereka nanti bisa kuliah disana," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved