Jam Operasional Toko dan Tempat Makan di Bandung Raya Berbeda, Satgas Susah Tegakkan Prokes

Perbedaan kebijakan dan jadwal pembatasan kegiatan masyarakat di empat daerah di Bandung Raya menjadi kendala Operasi yustisi

dok.satpol pp Jabar
Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Jabar saat melakukan operasi yustisi di kawasan Bandung Raya bersama TNI-Polri, satgas kabupaten/kota. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perbedaan kebijakan dan jadwal pembatasan kegiatan masyarakat di empat daerah di Bandung Raya menjadi kendala Operasi Senyum yang digelar 25-27 Juni 2021.

Operasi yustisi ini berisi sosialisasi dan edukasi masyarakat penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Menurut Kepala Satpol PP Jabar M.A. Afriandi, saat menegakkan prokes di kawasan aglomerasi Bandung Raya, petugas gabungan mengalami kendala yakni kebijakan antarpemerintah daerah yang berbeda.

Baca juga: Emak-emak Naik Motocross Terjaring Operasi Yustisi, Tak Pakai Masker dan Helm, Ia Mengaku Crosser

Menurut Afriandi, ada perbedaan jam operasional tempat hiburan, warung, kafe dan restoran, di wilayah Bandung Raya.

Hal itu dikhawatirkan akan memicu pergerakan warga terutama di wilayah perbatasan.

Dicontohkan, untuk wilayah Kota Bandung jam operasional maksimal restoran atau tempat makan adalah pukul 19.00, sementara di Kabupaten Bandung masih boleh beroperasi hingga pukul 21.00.

Untuk mengantisipasinya, petugas melakukan penyekatan di perbatasan agar tidak ada mobilisasi ke tempat rawan tersebut dari kota ke kabupaten.

"Kami melakukan penyekatan di perbatasan wilayah, agar jangan sampai ada pergeseran warga ke wilayah lain dengan alasan jam buka restoran lebih malam," ungkapnya melalui siaran digital, Minggu (27/6).

Kemudian untuk mencegah kerumunan akibat jumlah pelanggar membeludak, dalam sidang di tempat petugas berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Bandung.

"Pelanggar kami sidang di tempat,  jika membeludak kami akan lanjutkan di PN Bandung besok harinya. Besaran denda tergantung dari persidangan nanti. Kami harapkan masyarakat patuh agar tidak terkena yustisi," tutur Afriandi.

Dalam kegiatan itu, Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Jabar menggencarkan operasi yustisi di kawasan Bandung Raya.

Baca juga: 60 Orang Disuruh Push Up, 740 Orang Terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Ciamis

Operasi bersama TNI-Polri dan satgas di tingkat kabupaten/kota ini dilakukan menyusul status Siaga 1 Bandung Raya terhadap penyebaran Covid-19.

Operasi yustisi ini diberi nama Operasi Senyum yang bertujuan sosialisasi dan edukasi masyarakat penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Area operasi mencakup empat daerah aglomerasi Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, danKota Cimahi. Diketahui, dua daerah masuk zona merah yakni Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved